POJOKSATU.id, Iran menyebut keberadaan terminal satelit Starlink milik Elon Musk bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen intelijen dan infiltrasi informasi yang mengancam stabilitas nasional di tengah berkecamuknya perang.
Infrastruktur internet satelit Starlink milik Elon Musk di kawasan Asia Barat kini masuk dalam daftar ‘target sah’ militer Iran.
Kantor berita negara Fars yang dikutip Al Jazeera, merilis infografis yang merinci kehadiran Starlink di negara-negara tetangga seperti Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Teheran memandang keberadaan terminal satelit ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan instrumen intelijen dan infiltrasi informasinya.
Baca Juga: Israel Cuci Tangan, Klaim Hizbullah yang Serang Konvoi dan Markas TNI yang Sebabkan 3 Prajurit Gugur
Yang mengancam stabilitas nasional di tengah berkecamuknya perangKebijakan Teheran ini diikuti dengan operasi penegakan hukum besar-besaran di dalam negeri.
Sementara Kepala Polisi Iran, Ahmad-Reza Radan, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA, mengonfirmasi penangkapan 46 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penjualan terminal SpaceX secara ilegal.
Sebanyak 139 perangkat Starlink berhasil disita dalam operasi tersebut.***

