POJOKSATU.id,-- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyebutkan bahwa sejauh ini operasi militer berjalan sesuai rencana di Iran.
Namun keputusan akhir mengenai kapan perang akan dihentikan sepenuhnya berada di tangan Presiden AS Donald Trump.
"Ini pada akhirnya akan menjadi pilihan presiden, di mana kita akan mengatakan, 'Hei, kita telah mencapai apa yang kita butuhkan,” kata Pete Hegseth sebagaimana dilansir AFP, Jumat (20/3).
Selain mengenai durasi konflik, AS menanggapi laporan terkait permintaan tambahan dana ke Kongres sebesar lebih dari 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3.394 triliun untuk membiayai konflik tersebut.
Baca Juga: Presiden Iran Sebut Israel Terorisme Negara dan Amerika Serikat Hancurkan Norma Hukum Global
Hegseth tidak menampik angka tersebut, namun dia mengisyaratkan bahwa jumlah itu masih bisa berubah mengikuti dinamika di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kongres untuk memastikan pendanaan militer tetap terjaga, baik untuk operasi yang telah dilakukan maupun potensi kebutuhan di masa depan.
Hegseth menuturkan, hingga saat ini belum ada target atau tenggat waktu pasti untuk mengakhiri perang melawan Iran.
"Kami tidak ingin menetapkan jangka waktu yang pasti," ujar Hegseth.
Baca Juga: Iran Lebaran
Pesawat A10 Warthog
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, memberikan rincian mengenai persenjataan yang dikerahkan untuk melawan pasukan Iran dan sekutunya.
Caine mengungkapkan bahwa pesawat A10 Warthog, yang dirancang untuk serangan udara jarak dekat, saat ini aktif dikerahkan di jalur perairan strategis Selat Hormuz.
Pesawat tersebut ditugaskan untuk memburu dan melumpuhkan kapal serang cepat milik Iran yang telah menutup selat sempit tersebut.
Selain di perairan, operasi udara juga dilakukan di wilayah daratan Irak menggunakan helikopter serang AH-64 Apache.
"Helikopter AH-64 Apache digunakan di Irak untuk menargetkan kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di sana," jelas Caine.
Dia menambahkan sejumlah sekutu AS telah mulai mengoperasikan helikopter serang untuk menangkal serangan drone kamikaze yang diluncurkan militer Iran.***

