POJOKSATU.id,-- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang melawan Iran sudah cukup rumit. Dia melarang keterlibatan suku Kurdi membantu mereka di perang ini.

Presiden Donald Trump melarang pasukan Kurdi terlibat dalam perang melawan Iran. Trump menyebut dia tidak ingin membuat perang ini semakin runyam dengan keterlibatan suku Kurdi.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat di pesawat kepresidenan Air Force One, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga: Dodol Garut, Oleh-oleh Legendaris yang Mengangkat Nama Kabupaten Garut

"Tanpa keterlibatan Kurdi saja perang ini sudah cukup rumit," kata Trump dikutip dari South China Morning Post.

Trump lalu menegaskan dirinya menolak opsi keterlibatan kelompok Kurdi dalam konflik ini.

“Kami sangat bersahabat dengan Kurdi, seperti yang Anda ketahui, tetapi kami tidak ingin membuat perang ini semakin runyam," jelasnya.

"Saya menolak kemungkinan itu, saya tidak mau Kurdi ikut campur,” ujarnya dalam perjalanan kembali ke Florida usai menghadiri upacara militer untuk enam tentara AS yang tewas.

Baca Juga: Doa Mohon Dibukakan Pintu Rezeki di Akhir Ramadan, Lengkap Arab dan Artinya

Menurut Trump, kelompok Kurdi sebelumnya menyatakan kesediaan ikut terlibat dalam perang Iran. Namun, ia menegaskan kembali bahwa Washington tidak menginginkan langkah tersebut.

“Saya berhubungan baik dengan Kurdi, dan mereka bilang kepada saya bahwa mereka bersedia ikut terjun di Iran. Tetapi sebenarnya, saya memberi tahu mereka, saya tidak ingin mereka ikut campur,” ucapnya.

Wilayah Kurdi

Wilayah Kurdi sebelumnya mendapat perlindungan udara dari AS pada 1991, yang kemudian membantu pembentukan pemerintahan Kurdi Irak semi-otonom di Erbil, Irak.

Kurdistan adalah wilayah geo-budaya di Timur Tengah yang merupakan tanah air tradisional suku Kurdi, terbagi di empat negara : Turki tenggara, Irak utara, Suriah timur laut, dan Iran barat.

Wilayah ini didiami oleh 25-35 juta jiwa, menjadikannya salah satu kelompok etnis terbesar tanpa negara berdaulat sendiri.***