POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang dialog dengan Iran dan menyatakan harapannya agar ketegangan antara dua negara tidak berujung konflik bersenjata.

Trump mengatakan dirinya telah dan akan terus membuka peluang dialog dengan Iran, meskipun sebelumnya ia memperingatkan bahwa waktu bagi Teheran semakin menipis.

"Saya sudah melakukannya dan saya sedang merencanakannya," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/1).

Baca Juga: Iran Lakukan Pengawasan Darat Laut dan Udara di Selat Hormuz, Siap Perang dengan Amerika Serikat

Melansir BBC, Trump baru-baru ini membuat pernyataan di media sosialnya, mendesak Iran agar mau berunding terkait kesepakatan nuklir.

Kali ini, Trump tidak lagi menyebut unjuk rasa seperti pada pernyataan-pernyataan sebelumnya.

"Semoga Iran segera 'duduk di meja perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara -tanpa senjata nuklir," tulis Trump di media sosial Truth.

Trump juga menyinggung armada perang AS yang kini telah sampai di kawasan Teluk dalam pernyataannya.

Baca Juga: Anomali Iran

Ia menyebut bahwa armada perang ini siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu.

Dalam kesempatan terpisah saat berbicara kepada media di pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania Trump, Presiden AS itu menyinggung keberadaan kekuatan militer negaranya yang dikerahkan ke kawasan.

“Kami memiliki rombongan yang akan berangkat ke suatu tempat bernama Iran, dan mudah-mudahan kami tidak perlu menggunakannya,” kata Trump.

Trump kembali menekankan bahwa meskipun Amerika Serikat mengirim kapal-kapal perang berukuran besar dan berdaya hancur tinggi, ia berharap langkah tersebut tidak perlu diwujudkan dalam aksi militer.

“Saat ini kita memiliki banyak sekali kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran, dan akan lebih baik jika kita tidak perlu menggunakannya," ujarnya kepada wartawan di Kennedy Centre.

Sementara Juru Bicara Militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa kapal induk AS dalam bahaya dan sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah Iran.

"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, tentu saja hasilnya tidak akan sesuai dengan yang dibayangkan Trump," ujarnya.***