POJOKSATU.id - Puluhan penumpang tewas setelah satu kereta api cepat anjlok dan menabrak kereta lain yang melaju dari arah berlawanan di Spanyol, Minggu malam, 18 Januari 2026 waktu setempat atau Senin WIB, 19 Januari.

Dilansir dari Euroweeklynews, insiden kereta api maut ini terjadi di dekat Córdoba, saat melaju di jalur antara Malaga dan Madrid.

Tepatnya, kereta api milik perusahaan swasta Iryo yang melaju dari Málaga menuju Madrid anjlok di sebuah persimpangan dekat Adamuz dan memasuki jalur sebelah.

Baca Juga: PENTING! NIP PPPK Paruh Waktu Jadi Penentu Status dan Gaji! Begini Cara Ceknya Lewat MOLA BKN

Kereta tersebut kemudian bertabrakan dengan layanan Renfe yang melaju dari arah berlawanan.

Akibat benturan keras itu, kedua rangkaian kereta keluar dari rel, meninggalkan gerbong-gerbong dalam kondisi rusak parah dan berserakan di sepanjang tanggul rel kereta api.

Para penyintas menggambarkan suasana kacau saat gerbong-gerbong kereta terguncang hebat dan keluar dari rel.

Sejumlah penumpang terpaksa memanjat keluar melalui jendela yang pecah untuk menyelamatkan diri, sementara lainnya menunggu pertolongan di tengah puing-puing reruntuhan hingga malam tiba.

Baca Juga: Richard Lee Batal Diperiksa, Penyidik Sebut yang Bersangkutan Belum Sembuh dari Sakit

Tim penyelamat menghadapi kondisi sulit untuk menjangkau penumpang yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta.

Kereta pertama yang mengalami anjlokan dikabarkan membawa lebih dari 300 penumpang dan kereta lainnya yang terlibat tabrakan membawa sekira 200 penumpang yang sedang dalam perjalanan dari Madrid menuju Huelva.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Railway Infrastructure Administrator (ADIF), pengelola jaringan perkeretaapian publik Spanyol.

Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, menyatakan bahwa seluruh korban selamat telah berhasil dievakuasi dari rangkaian kereta pada Senin dini hari, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Analisis Kebutuhan ASN 5 Tahun Jadi Kunci CPNS 2026, Formasi Tak Lagi Asal Buka

Data pertama menyebutkan 21 orang tewas termasuk masinis. Namun, akun Twitter @universitarios Catolicos, merilis ada 39 korban yang meninggal dunia.

"Jumlah korban tewas akibat kecelakaan dua kereta api berkecepatan tinggi di Adamuz telah meningkat menjadi 39 orang. Pencarian dan penyelamatan orang hilang terus berlanjut. Kami mohon doa untuk para korban," tulis akun itu.

Jumlah korban diyakini akan bertambah, karena puluhan penumpang lainnya mengalami luka berat.

Oscar Puente menyebut penyebab kecelakaan masih belum diketahui dan menyebut insiden ini sebagai kejadian yang 'aneh', mengingat jalur kereta berada di area datar dan baru direnovasi pada Mei 2025.

Baca Juga: Umumkan Mundur dari Sinemaku Pictures, Prilly Latuconsina: Aku Akan Terus Berkarya di Ruang dan Cara Baru yang Lebih Baik

Dia menyebutkan, bagian belakang kereta pertama anjlok dan menabrak bagian depan kereta Renfe, menyebabkan dua gerbong terdepan keluar dari rel dan terperosok ke lereng sedalam sekitar empat meter.

Bagian depan kereta Renfe dilaporkan mengalami kerusakan paling parah akibat benturan tersebut.

Perusahaan Iryo dalam pernyataannya menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut serta menyatakan telah mengaktifkan protokol darurat dan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menangani situasi.

Sementara itu, Kepala Pemadam Kebakaran Córdoba, Francisco Carmona, mengatakan bahwa salah satu rangkaian kereta mengalami kerusakan berat dan sedikitnya empat gerbong keluar dari rel.

Karena kejadian ini, layanan kereta antara Madrid dan wilayah Andalusia dihentikan sementara pada Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Polres Karawang Buka Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Karangligar

Pemerintah daerah Andalucía juga telah menetapkan status darurat dan bekerja sama dengan otoritas nasional dalam pengelolaan sumber daya di lapangan.

Pemerintah Spanyol menyatakan penyelidikan atas penyebab kecelakaan akan dilakukan secara menyeluruh dan diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan.

Spanyol sendiri diketahui memiliki jaringan kereta cepat terpanjang kedua di dunia setelah China.

Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama saat ini tetap pada proses evakuasi, penanganan medis korban, serta penyampaian informasi yang akurat kepada keluarga penumpang. ***