POJOKSATU.id, JAKARTA--Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewacanakan akan mencaplok Greenland Denmark.

Ide menguasai Greenland ini salah satunya melalui penggunaan kekuatan militer. Anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pun melawan.

NATO menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati. Begitu juga piagam PBB harus dihormati Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dilansir AFP, Rabu (7/1), Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut Trump mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk mencaplok Greenland.

Baca Juga: Sambut 2026, Universitas Pancasila Masuk 10 Besar Kampus Swasta Terbaik Versi UI GreenMetric 2025

Karoline awalnya menjelaskan langkah akuisisi Greenland menjadi prioritas untuk keamanan nasional Amerika Serikat.

"Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

Karoline menyebut Trump dan timnya masih terus membahas opsi terbaik untuk mencapai tujuan itu. Menurutnya, salah satu opsi yakni dengan kekuatan militer.

"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi," ucap dia.

Baca Juga: Maduro Sempat Mau Melarikan Diri, Trump Juga Pertimbangkan Mau Bunuh Presiden Venezuela

Rencana Trump untuk menguasai Greenland, pulau kaya mineral di kawasan Arktik yang merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark, telah memicu kewaspadaan di kalangan anggota NATO di kawasan Eropa. Negara-negara Eropa melihat langkah tersebut sebagai ancaman eksistensial bagi aliansi NATO.

NATO Melawan Trump

Sebelumnya, enam negara anggota NATO bergabung dengan Denmark dalam menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati.

Dalam pernyataan bersama, Denmark dan enam negara anggota NATO, seperti Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, menyerukan penghormatan terhadap "kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan" Greenland.

"Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland," kata para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris dalam pernyataan bersama tersebut.

Ketujuh negara anggota NATO itu juga menegaskan kembali dalam pernyataannya bahwa banyak sekutu Eropa yang telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, dan investasi mereka untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.

"Oleh karena itu, keamanan Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama-sama dengan sekutu-sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, yang mencakup kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat,” ujarnya.

“Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut," tegas para pemimpin negara-negara NATO tersebut.***