POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden Volodymyr Zelensky membantah tuduhan bahwa militernya menyerang kediaman dinas Presiden Rusia Vladimir Putin di Novgorod.
Zelensky menegaskan tuduhan Rusia bahwa Ukraina menyerang kediaman Putin menggunakan 91 drone jarak jauh merupakan ‘kebohongan’.
Menurut Presiden Ukraina, pernyataan tersebut bertujuan membenarkan serangan terbaru Rusia ke Ukraina.
"Kebohongan lain dari Federasi Rusia," kata Zelensky dukutip dari AFP, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Zaman Digital, Zakat Ikut Naik Level, Influencer dan Konten Kreator Banten Mulai Dikejar Baznas
"Mereka hanya mempersiapkan lahan untuk melakukan serangan, mungkin ke ibu kota dan mungkin gedung-gedung pemerintah," ujarnya lagi.
Dia mendesak warga Ukraina untuk waspada, apalagi serangan Rusia mungkin mengincar Ibu Kota Kiev.
"Semua orang harus waspada sekarang, benar-benar semua orang. Serangan terhadap ibu kota mungkin akan dilakukan, terutama karena orang ini (Putin) mengatakan mereka akan memilih target yang sesuai," katanya.
Rusia menuduh Ukraina menembakkan drone jarak jauh ke kediaman Putin yang berada di antara Kota Moskow dan St Petersburg.
Baca Juga: Indonesia–Rusia Resmi Saling Akui Gelar Akademik, Lulusan S1 hingga S3 Tak Perlu Lagi Penyetaraan
Putin akan mengubah sikap Rusia dalam negosiasi damai mengakhiri perang di Ukraina.
Sebelumnya,Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Ukraina menembakkan 91 drone ke kediaman dinas Putin di Novgorod pada Minggu malam hingga Senin (28-29/12).
Seluruh drone tersebut dihancurkan oleh pertahanan udara. Pemerintah Rusia menyebut seluruh drone berhasil dicegat sistem pertahanan udara, tanpa korban jiwa maupun kerusakan.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Kiev melakukan terorisme negara dan memperingatkan bahwa Moskow tidak akan merespons secara diplomatis.
Rusia bahkan menyatakan target balasan telah ditentukan, serta akan meninjau ulang sikapnya dalam perundingan damai akibat tindakan yang disebutnya sebagai sembrono.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan menyampaikan keterkejutan dan kemarahan atas insiden ini dalam percakapan telepon dengan Putin.
Trump juga menyatakan kelegaannya karena AS tidak memberikan rudal jelajah Tomahawk kepada Ukraina.
Sebelumnya ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan Putin menyampaikan langsung kabar mengenai percobaan pembunuhan terhadap dirinya kepada Trump dalam percakapan telepon pada Senin (29/12/2025).***

