POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pemerintah Iran membenarkan tiga fasilitas nuklir utamanya yakni Fordow, Natanz, dan Esfahan diserang Sabtu malam (21/6/2025) waktu setempat.

Media Iran, Fars dan IRNA, melaporkan serangan terjadi di tiga lokasi nuklir mereka setelah sistem pertahanan udara Iran mendeteksi aktivitas mencurigakan di wilayah udara mereka Sabtu malam.

“Beberapa jam yang lalu, setelah aktivasi sistem pertahanan udara Qom dan identifikasi target musuh, sebagian wilayah situs nuklir Fordow diserang oleh angkatan udara musuh,” ujar juru bicara pusat manajemen krisis wilayah Qom.

Wakil gubernur keamanan Esfahan juga mengonfirmasi adanya penyusupan di dekat dua lokasi lainnya.

Baca Juga: Breakingnews, Trump Umumkan AS Serang 3 Fasilitas Nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Esfahan

“Kami menyaksikan penyusupan di dekat fasilitas nuklir di Isfahan dan Natanz. Pertahanan udara telah diaktifkan untuk menghadapi target musuh, namun beberapa ledakan terdengar," ungkapnya.

Namun media Iran menyebutkan bahwa ketiga lokasi tersebut telah dievakuasi terlebih dahulu sebelum serangan terjadi.

Ketiga situs yang diserang memiliki peran strategis dalam program nuklir Iran dan telah lama menjadi perhatian komunitas internasional.

Fordow, fasilitas nuklir bawah tanah yang terletak di pegunungan dekat kota suci Qom. Kedalamannya mencapai 90 meter di bawah permukaan tanah.

Baca Juga: 93 WNI Beserta Staf Kedubes Dievakuasi dari Teheran ke Azerbaijan, Tempuh Jalan Darat 16 Jam

Sementara Natanz adalah fasilitas pengayaan uranium terbesar di Iran, terletak sekitar 250 km di selatan Teheran. Dan Esfahan atau Isfahan adalah kompleks penelitian nuklir terbesar di Iran.

AS Perang dengan Iran

Tindakan ini menempatkan AS dalam konflik bersenjata langsung dengan Iran.

Keputusan itu juga sekali lagi melibatkan militer Amerika dalam peperangan aktif di Timur Tengah, sesuatu yang Trump janjikan untuk dihindari selama masa jabatan keduanya.

Padahal beberapa hari lalu, Trump mengatakan AS akan membutuhkan waktu dua minggu untuk melihat apakah konflik antara Israel dan Iran dapat diselesaikan secara diplomatis atau dengan konflik bersenjata.

Baca Juga: Otentifikasi Ganda SSO Dapodik, Penguatan Keamanan Data Pendidikan Nasional

"Berdasarkan fakta bahwa ada peluang besar negosiasi yang mungkin atau mungkin tidak terjadi dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan melakukannya dalam dua minggu ke depan atau tidak," kata Trump pada hari Kamis dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Namun kenyataannya, Trump hanya berbohong dan melakukan serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran Sabtu malam waktu setempat (21/6).

“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat berhasil terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan,” kata Trump seperti dimuat ABC News.

“Semua pesawat dalam perjalanan pulang dengan selamat. Tidak ada militer lain di dunia yang dapat melakukan ini. Sekarang waktunya perdamaian!" tegas Trump lagi.***