POJOKSATU.id, PERDANA Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen dibuat dongkol usai wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, berkunjung ke negara konstituen yang berinduk kepada Kerajaan Denmark tersebut.

Pasalnya, kedatangan Vance ke Greenland untuk mengunjungi pangkalan luar militer AS, Pituffik di sana amat kental dengan muatan politik.

Dalam pidatonya, Wakil dari Donald Trump tersebut sempat menyinggung tentang Greenland yang dinaungi Denmark, saat ini tidak aman dari pengaruh Rusia dan China.

Baca Juga: 2 Juta Kendaraan Lebih Telah Tinggalkan Jakarta, Ini Perkiraan Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2025

Pidato Vance seakan membuat pemerintahan otonom Greenland diarahkan untuk segera melepas diri dari Denmark

“Denmark tidak mampu mengimbangi dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk menjaga pangkalan ini, menjaga pasukan kami, dan menurut saya, menjaga warga Greenland tetap aman dari berbagai serangan agresif dari Rusia, Tiongkok, dan negara-negara lain," kata Vance dikutip Pojoksatu.id dari reuters.

Nielsen lantas menyerukan kepada pemerintahan dan warga Greenland untuk tetap solid dari campur tangan asing yang dianggapnya tak menghormati mereka.

Baca Juga: Seratusan Orang Tewas Akibat Gempa di Myanmar, Junta Militer Harapkan Bantuan Dunia Internasional

Perdana Menteri yang baru terpilih bulan Maret 2025 tersebut pun kemudian menyayangkan pernyataan Wapres Vance.

Selain itu, respon serupa juga datang dari Perdana Menteri Denmark , Mette Frederiksen juga menyebut kunjungan delegasi AS "tak bisa diterima" terlebih dengan usaha mereka.

Kedua perdana menteri tersebut tak suka jika AS terlalu jauh ikut campur kepada nasib Greenland yang merupakan bagian mandiri dari Denmark sejak lama.

Terlebih dengan isu kemerdekaan yang ramai dihembuskan pemerintah AS yang kini dipimpin Donald Trump, situasi kembali panas.

Baca Juga: SNBP 2025: Jangan Sampai Nyesel! Ini Larangan yang Harus Kamu Patuhi!

Pemerintahan Trump kerap mengkritik Denmark yang dianggap tak mampu melindungi Denmark dari pengaruh baik Rusia maupun China sehingga kerap 'melobi' beberapa pihak di Greenland untuk memerdekakan diri seutuhnya dari Kerajaan Denmark.

AS berjanji akan memberi rasa aman lebih kepada Greenland apabila mereka mampu referendum dari Denmark dengan penguatan pangkalan militernya di wilayah laut arktik.

Namun banyak pihak yang menduga, akal-akalan Negeri Paman Sam tersebut hanyalah untuk semata-mata menguasai beberapa aset tambang mineral di sana yang teramat kurang dikelola oleh pihak-pihak Amerika Serikat. ***