POJOKSATU.ID- Mulai Hari Rabu 5/4, Otoritas Arab Saudi membuka pendaftaran online bagi jemaah yang ingin melakukan itikaf di Masjidl Haram, Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah pada Bulan Suci Ramadan tahun ini.

Untuk itu Pihak Berwenang Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengimbau mereka yang ingin melaksanakan ibadah tersebut untuk memilih masjid, mengajukan pendaftaran, menonton video edukasi untuk membiasakan diri dengan ibadah.

Selain itu, persyaratan juga harus dipenuhi selama periode itikaf, yang berlangsung dari tanggal 20 Ramadan hingga akhir Salat Isya pada malam sebelum Idulfitri, dikutip dari Arab News 6 Maret.

Pemohon harus berusia minimal 18 tahun dan merupakan warga negara Kerajaan Arab Saudi, atau memiliki status kependudukan yang sah. Izin itikaf gratis dan permintaan pendaftaran dapat diajukan di eserv.wmn.gov.sa.

Baca Juga: Belum Kering Banjir Jakarta dan Bekasi, Kini Sukabumi Kembali Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

Itikaf adalah tindakan berdiam diri di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Selama melakukannya, orang-orang mengabdikan diri untuk beribadah kepada Allah SWT selama apa yang dianggap umat Muslim sebagai 10 malam terbaik dalam setahun.

Diberitakan sebelumnya, badan-badan pemerintah di Makkah, Arab Saudi meningkatkan pelayanan terbaik bagi jemaah, termasuk jemaah umrah, dengan perkiraan ada lonjakan jemaah dari dalam dan luar negeri.

Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah meluncurkan rencana musim Ramadan dengan beberapa proyek, lapor Saudi Press Agency.

Berbagai dukungan yang disiapkan antara lain, jumlah mobil golf listrik yang ditambahkan hingga 400 unit di 11 lokasi di Masjidl Haram hingga area salat di kedua masjid telah disiapkan untuk menampung jumlah jemaah terbanyak sekaligus memastikan kenyamanan selama beribadah.

Baca Juga: Sukabumi Kembali Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis

Otoritas tersebut juga telah meluncurkan inisiatif Pemandu Jalan Kaki, yang menyediakan tim terlatih untuk membantu pengunjung dan jemaah umrah dalam menjelajahi masjid dan menanggapi pertanyaan dalam berbagai bahasa. ***