POJOKSATU.id – Presiden AS, Donald Trump, menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional.

Menurutnya, satu bahasa bersama memperkuat persatuan di negara tujuan imigrasi.

AFP melaporkan (2/3/2025), Gedung Putih menegaskan bahasa Inggris lama menjadi bahasa resmi AS.

"Keberadaan bahasa nasional merupakan faktor penting dalam membentuk masyarakat yang bersatu dan harmonis.

Dokumen itu menyatakan AS lebih kuat dengan warga yang berkomunikasi dalam satu bahasa.

Baca Juga: Orleans Masters 2025 DIMULAI, Alwi Farhan dan Komang Ayu Jadi Andalan, Ganda Putra Absen, Cek Jadwal Lengkap Pertandingan dan LIVE STREAMING Disini

Perintah baru mencabut kebijakan era Clinton yang mewajibkan layanan bagi penutur non-Inggris.

Kebijakan baru tetap memberi lembaga wewenang menentukan bantuan dalam bahasa selain Inggris.

Perintah eksekutif menegaskan tidak ada kewajiban mengubah layanan pemerintah.

Trump menegaskan kepala lembaga berwenang menentukan langkah untuk menjalankan tugas dan efisiensi layanan.

Sejak awal, Trump menerbitkan perintah eksekutif yang mencerminkan pendekatan konservatifnya.

Baca Juga: Jabar Istimewa: Sinergi Pemda dan Forkopimda untuk Pembangunan Berkelanjutan

Banyak kebijakan Trump menghadapi tantangan hukum, terutama terkait pemotongan dana federal.

Gedung Putih mencatat AS memiliki 350+ bahasa, sementara perintah Trump menegaskan bahasa Inggris digunakan sejak awal, tercermin dalam dokumen bersejarah.

Berdasarkan data pemerintah AS tahun 2019, sekitar 68 juta penduduk berbicara bahasa selain Inggris di rumah mereka.

Meskipun bahasa Inggris tetap menjadi yang paling dominan, lebih dari 40 juta orang menggunakan bahasa Spanyol di rumah.

Beragam bahasa imigran seperti Mandarin dan Vietnam, serta bahasa penduduk asli, menambah kompleksitas linguistik AS.***