POJOKSATU.id — Jalur Gaza kembali membara. Terjebak lagi konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas.

Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Amerika Serikat akan pembersihan wilayah tersebut, termasuk rencana kontroversial untuk memindahkan warga Palestina ke negara-negara terdekat.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Israel, yang kini bergerak membentuk badan khusus guna mengakomodasi rencana tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengumumkan pembentukan direktorat di Kementerian Pertahanan yang bertugas mengatur "keberangkatan sukarela" warga Gaza.

Keputusan ini dibuat setelah Katz mengadakan pertemuan untuk membahas skema pemindahan tersebut.

Baca Juga: TOLAK Rencana Trump, Negara Arab Kompak Segera BANGUN KEMBALI Gaza Tanpa Menggusur Warga, Raja Yordania Abdullah KASIH PAHAM, Gentle DATANGI Trump

"Menteri Katz mengadakan pertemuan mengenai keberangkatan sukarela penduduk Gaza, dan pada akhirnya memutuskan untuk membentuk direktorat di Kementerian Pertahanan untuk keberangkatan sukarela penduduk Gaza," bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Israel pada Senin (17/2/2025).

Badan yang akan dibentuk tersebut dirancang untuk memberikan bantuan besar bagi warga Gaza yang bersedia bermigrasi ke negara ketiga.

Bantuan ini meliputi pengaturan perjalanan melalui jalur laut, udara, maupun darat, serta paket dukungan komprehensif guna memfasilitasi kepindahan mereka.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan komitmennya terhadap rencana yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengendalikan Gaza pascaperang.

Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Protes Trump Hendak Relokasi Warga Gaza, Ini Daftar 13 Negara yang Menentang

Netanyahu juga menekankan bahwa Hamas maupun Otoritas Palestina tidak akan diizinkan mengambil alih wilayah tersebut.

"Saya juga berjanji bahwa setelah perang di Gaza, tidak akan ada lagi Hamas maupun Otoritas Palestina," ujar Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Al Arabiya pada Senin (17/2/2025).

Rencana ini sejalan dengan pernyataan yang dibuat oleh Trump dan Netanyahu dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 4 Februari 2025.

Baca Juga: Trump Akan AMBIL ALIH Jalur Gaza, Katanya Mau DIBANGUN Jadi Rumah Masyarakat Dunia, DESAK Mesir dan Yordania TAMPUNG WARGA Palestina, HAMAS Menentang

Dalam pernyataan tersebut, Trump mengungkapkan niatnya untuk merebut Jalur Gaza setelah seluruh penduduk Palestina dipindahkan ke negara lain.

Pada awal bulan ini, Yisrael Katz telah menginstruksikan militer Israel untuk menyiapkan skema emigrasi sukarela warga Gaza.

Langkah ini beriringan dengan rencana Donald Trump yang secara terbuka mendukung pemindahan mereka secara permanen dari Gaza, sementara AS mengambil alih pengelolaan wilayah tersebut dan melakukan rekonstruksi besar-besaran.

Rencana Trump untuk menduduki Jalur Gaza pertama kali diungkapkan setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada 19 Januari 2025.

Baca Juga: Ide Relokasi Trump di Gaza Adalah Konspirasi Jahat, MUI Minta Negara OKI Ambil Alih Rekonstruksi

Sejak saat itu, Trump berulang kali menyatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Jalur Gaza dan mengusulkan pemindahan warga Palestina ke negara-negara tetangga, terutama Mesir dan Yordania.

Namun, rencana ini langsung memicu reaksi keras dunia internasional.

Di sisi lain, Netanyahu secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Donald Trump ini, mempertegas kerja sama erat antara Israel dan Amerika Serikat dalam kebijakan mereka terhadap Gaza. ***