POJOKSATU.id — Usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza, menuai kecaman luas dari dunia internasional, termasuk Dewan Syura Arab Saudi.

Bahkan sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga melontarkan usulan kontroversial dengan menyarankan agar warga Palestina mendirikan negara di Arab Saudi.

"Orang-orang Saudi bisa membuat negara Palestina di Arab Saudi; mereka punya banyak lahan di sana," lontar Netanyahu pada Kamis (6/2/2025).

Kontan saja, usulan-usulan itu mendapat kecaman keras dunia internasional, termasuk Palestina, negara-negara Arab, serta negara-negara Barat seperti Kanada, Prancis, Jerman, dan Inggris.

Baca Juga: Ada Rencana Warga Gaza DIRELOKASI ke Indonesia, Jumlahnya Sekitar 2 JUTA PENDUDUK, Khawatir Diusir Permanen, Kemenlu RI Respon Begini

Salah seorang anggota Dewan Syura Arab Saudi, Yousef bin Trad Al Saadoun, justru membalas dengan mengusulkan agar penduduk Israel dipindahkan ke Alaska dan Greenland sebagai solusi bagi stabilitas Timur Tengah.

"Memindahkan penduduk Israel ke Alaska dan Greenland akan menjadi solusi yang lebih baik bagi stabilitas Timur Tengah," ujar Al Saadoun dalam sebuah artikel di surat kabar Okaz, Jumat (7/2/2025).

Pernyataannya ini merupakan respons terhadap usulan Trump yang berkali-kali mengemukakan gagasan relokasi warga Palestina.

Trump beralasan bahwa langkah tersebut memungkinkan AS untuk merekonstruksi wilayah Gaza dan menjadikannya sebagai "Riviera Timur Tengah."

Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Protes Trump Hendak Relokasi Warga Gaza, Ini Daftar 13 Negara yang Menentang

Al Saadoun menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi Palestina untuk dipindahkan dari tanah airnya sendiri.

Selain itu, ia juga menyerukan agar rakyat Palestina tetap bersatu menghadapi situasi yang semakin sulit. Menurutnya, ancaman yang lebih besar masih ada di depan.

"Zionis dan sekutu mereka harus sadar bahwa mereka tak akan berhasil menyeret pemimpin Saudi ke dalam jebakan media dan tekanan politik yang menyesatkan," tegasnya.

Menurutnya, kebijakan luar negeri AS saat ini sepenuhnya mengikuti agenda Israel tanpa pertimbangan yang matang.

Baca Juga: Ide Relokasi Trump di Gaza Adalah Konspirasi Jahat, MUI Minta Negara OKI Ambil Alih Rekonstruksi

"Kebijakan luar negeri resmi AS kini berupaya melegalkan pendudukan tidak sah atas tanah berdaulat dan melakukan pembersihan etnis terhadap penduduknya," tulis Al Saadoun dalam artikelnya.

"Keduanya adalah metode yang digunakan Israel dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan."

Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengecam keras pernyataan Netanyahu dan menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak penuh atas tanah air mereka sendiri.

Dewan Syura Arab Saudi sendiri merupakan lembaga penasihat yang anggotanya ditunjuk langsung oleh raja.

Meskipun tidak memiliki kewenangan legislatif, dewan ini berperan dalam penyusunan undang-undang, kebijakan sosial, serta rencana ekonomi negara. ***