POJOKSATU.id, PRESIDEN Korea Selatan (Korsel) yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol resmi ditahan,setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Rabu, 15 Januari 2025.
Yoon Suk Yeol ditahan setelah diinterogasi selama 10 jam di Markas besar Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) di Gwacheon.
Penahanan ini dilakukan karena Yoon Suk Yeol dianggap tidak mau memberikan keterangan yang detail soal peristiwa darurat militer yang menghebohkan sebelumnya.
"Pemahaman saya adalah bahwa dia saat ini menolak untuk bersaksi," kata seorang pejabat CIO kepada wartawan.
Pemeriksaa terhadap Yoon Suk Yeol dilakukan dalam dua sesi. Pada pagi hari dilakukan setelah dirinya dijemput dari kediamannya. Dan, sesi sore yang berakhir Rabu malam.
Kemudian, Yoon Suk Yeol dibawa ke pusat penahanan pada Rabu malam di mana dia akan bermalam sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut mengenai pemberlakuan darurat militer.
Yoon diantar ke Pusat Penahanan Seoul di Uiwang, 22 kilometer Selatan Seoul. "Pemeriksaan terhadap Presiden Yoon berakhir pada pukul 21.40," kata CIO dalam pemberitahuan kepada pers.
Baca Juga: Cemarkan Nama Baik Wonyoung dan Banyak Idol Korea, YouTuber Sojang Divonis Dua Tahun Penjara
Perwakilan CIO menyebutkan Yoon menolak menjawab pertanyaan mengenai deklarasi darurat militer pada 3 Desember. Dia akan diinterogasi lebih lanjut pada hari Kamis, 16 Januari 2025.
Yoon menjadi presiden pertama Korsel yang ditangkap, ditahan oleh penyelidik di kediaman resminya di pusat kota Seoul setelah upaya pertama mereka untuk menahannya pada awal Januari gagal karena perselisihan dengan personel keamanan presiden.
Yoon, yang diskors dari tugasnya setelah pemakzulannya oleh Majelis Nasional pada 14 Desember, menghadapi tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan.
Dia dituduh mengirimkan pasukan ke Majelis Nasional setelah mengumumkan darurat militer pada malam 3 Desember untuk menghentikan anggota parlemen memberikan suara untuk menolak keputusan tersebut.
Sementara itu, sebelum penangkapan, meskipun Yoon menentang penyelidikan, dia telah menyatakan rencana untuk hadir di hadapan Mahkamah Konstitusi untuk membela diri.
Yoon mengeluarkan pernyataan itu sebelum menuju ke markas besar CIO. "Untuk mencegah insiden yang tidak menguntungkan dan kekerasan, saya memutuskan untuk hadir di hadapan CIO meskipun saya yakin penyelidikan itu ilegal," kata Yoon dalam pesan video yang direkam di kediamannya di Yongsan, Pusat Kota Seoul. ***
