POJOKSATU.id - Temuan residu pestisida berbahaya pada anggur Shine Muscat di Thailand telah mengejutkan dunia dan memicu kekhawatiran global, khususnya di negara-negara pengimpor buah tersebut dari China.

Investigasi oleh otoritas Thailand mengungkapkan adanya kandungan zat kimia berbahaya pada anggur Shine Muscat yang dijual di pasaran.

Kasus ini mencuat setelah uji laboratorium menemukan 50 jenis residu beracun dalam sampel anggur Shine Muscat yang diuji, beberapa di antaranya melebihi ambang batas keamanan.

Akibatnya, banyak pedagang di Thailand mengalami kerugian besar karena konsumen mulai menghindari produk tersebut.

Baca Juga: Terus Kembangkan Bahan Co-Firing Biomassa, PLN Bersama Kementan Luncurkan Model Pertanian Terpadu

Beberapa pedagang bahkan terpaksa membuang stok anggur Shine Muscat mereka untuk menjaga keamanan konsumen.

Temuan ini mendorong beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Indonesia, untuk turut memeriksa peredaran anggur Shine Muscat di wilayah mereka.

Langkah ini menunjukkan tingkat kekhawatiran atas dampak kesehatan masyarakat akibat konsumsi buah yang terkontaminasi.

Investigasi yang dimulai pada awal Oktober 2024 ini dipimpin oleh Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN), Dewan Keamanan Konsumen Thailand (TCC), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA).

Baca Juga: Buah-Buahan Mirip Bentuk Organ Tubuh Sesuai dengan Khasiatnya

Sebanyak 24 sampel anggur diambil dari 15 lokasi berbeda di Bangkok dan sekitarnya, termasuk 9 sampel yang diimpor dari China.

Hasil uji laboratorium mengungkapkan bahwa 14 dari 50 residu beracun tersebut melampaui batas aman 0,01 mg/kg, dan 22 di antaranya bahkan tidak diatur dalam peraturan keamanan pangan Thailand, menunjukkan adanya celah regulasi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, 37 dari 50 residu beracun tersebut merupakan pestisida sistemik, yang berarti zat berbahaya telah meresap ke dalam jaringan buah dan sulit dihilangkan hanya dengan pencucian.

Baca Juga: Hindari Kombinasi Buah-buahan Ini dengan Susu Demi Kesehatan Pencernaan!

Kondisi ini makin memicu kekhawatiran keamanan mengonsumsi anggur Shine Muscat.

Dampak dari penemuan ini jelas sangat dirasakan kalangan pedagang buah di Thailand.

Harga anggur Shine Muscat menurun drastis dari 300 baht (sekitar Rp140.000) per kilogram menjadi hanya 80 baht (sekitar Rp27.000) per kilogram, menunjukkan hilangnya kepercayaan konsumen.

Pedagang di berbagai pasar di Thailand, termasuk Pasar Kota Muang Satun, melaporkan kerugian besar karena anjloknya penjualan, dan beberapa bahkan membuang stok anggur mereka untuk melindungi citra bisnis serta memastikan keamanan konsumsi publik. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.