POJOKSATU.id - Insiden penembakan terhadap dua prajurit TNI anggota UNIFIL di Lebanon Selatan oleh militer Israel mengundang perhatian besar dunia.

Kedua prajurit tersebut terkena peluru nyasar dari tank Merkava milik Israel saat menjalankan tugas pemantauan di Tower Pengamatan (OP 14) UNIFIL.

“Kedua personil tersebut segera memperoleh perawatan di rumah sakit terdekat dan saat ini dalam kondisi baik,” jelas Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Retno Marsudi kembali menegaskan bahwa Indonesia akan terus memantau perkembangan di Lebanon serta mendesak Israel untuk memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Kota Beirut, 22 Nyawa Melayang, Sementara 117 Lainnya Mengalami Luka Serius

Menanggapi kejadian ini, Kapuspen TNI, Mayjen Hariyanto, juga menjelaskan, “Personel TNI itu terluka akibat rekoset baku tembak IDF dan Hizbullah.”

Serangan ini dianggap sebagai salah satu insiden paling serius yang pernah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Juru bicara UNIFIL, Andrea Tenenti, menyebut hal ini sebagai insiden paling serius.

"Jelas, ini mungkin salah satu peristiwa atau insiden paling serius yang pernah kami saksikan dalam 12 bulan terakhir," ungkap Andrea.

Baca Juga: Sekjen PBB Dilarang Masuk Israel, Nyatakan Persona Non Grata, Menlu Israel Tuduh Guterres Dukung Teroris, Pemerkosa dan Pembunuh

Reaksi internasional juga muncul dari Perdana Menteri Irlandia, Simon Harris, yang negaranya juga memiliki kontingen di UNIFIL.

"Setiap penembakan di sekitar pasukan atau fasilitas UNIFIL adalah tindakan gegabah dan harus dihentikan," ujarnya.

Negara-negara lain seperti Prancis, Italia, dan Spanyol juga mengecam keras tindakan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tanggung jawab untuk melindungi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Baca Juga: Tentara Darat Israel Invasi Lebanon Selatan, Tentara Lebanon Tak Melawan, Ini Penyebabnya

Meskipun serangan terjadi, pasukan UNIFIL, termasuk tentara Indonesia, tetap bertahan di pos mereka untuk menjaga keamanan di sepanjang Garis Biru, perbatasan yang diakui PBB antara Lebanon dan Israel. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.