POJOKSATU.id – Sebuah penelitian terbaru dari tim ilmuwan China telah diterbitkan dalam jurnal Science, yang mengungkapkan mekanisme penciuman serangga dan dampak paparan bahan kimia tertentu terhadap perilaku serangga.
Penemuan ini dipimpin oleh Wang Guirong dari Institut Genomik Pertanian di Shenzhen.
Bersama dengan para peneliti dari Universitas Pertanian Huazhong dan Institut Perlindungan Tanaman di bawah naungan Akademi Ilmu Pertanian China (CAAS).
Baca Juga: Preview Turki vs Georgia 18 Juni: Prediksi Skor, Bursa, Ranking FIFA dan Pemain Kunci
Menurut Wang, serangga sangat mengandalkan indra penciuman mereka untuk mendeteksi semiokimia di sekitar mereka, yaitu bahan kimia yang memicu respons perilaku.
Reseptor bau penting dalam proses ini, mengubah sinyal kimia eksternal menjadi sinyal bioelektrik yang mempengaruhi perilaku serangga.
Penelitian terfokus pada reseptor feromon peringatan pada kutu daun kacang polong, yang mengeluarkan sinyal ketika diserang oleh musuh alami, memicu respons melarikan diri pada serangga di sekitarnya.
Melalui teknologi mikroskop krioelektron, tim berhasil mengungkap struktur dan mekanisme yang memungkinkan serangga mengenali feromon peringatan ini, membuka potensi baru untuk memahami interaksi antar serangga.
Para ilmuwan dan akademisi, termasuk Bill Hansson dari Max Planck Institute for Chemical Ecology dan anggota luar negeri di Chinese Academy of Sciences (CAS), menyoroti pentingnya penemuan ini dalam konteks memahami deteksi molekul oleh reseptor bau.
Serta potensinya untuk mengelola hama penting seperti kutu daun dalam konteks pertanian.
Kang Le, seorang akademisi CAS, menyatakan bahwa temuan ini akan mendorong pengembangan produk pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Sementara Song Bao'an dari Chinese Academy of Engineering menilai bahwa penemuan ini merupakan terobosan signifikan yang dapat mengarah pada produk baru untuk pengendalian serangga yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam pertanian.***
