POJOKSATU.id, JAKARTA - Serangan Iran ke Israel pada Minggu, 14 April 2024 menimbulkan kerugian bagi kedua negara. Namun kerugian materil Israel diprediksi lebih dari 10 kali lipat dibandingkan Iran.
Iran mengalami kerugian materi yang tidak sedikit karena meluncurkan 361 drone dan rudal ke wilayah Israel.
Harga 1 drone Iran mencapai $20.000 atau setara dengan Rp309,9 juta. Dengan demikian, total kerugian Iran ditaksir mencapai Rp 111 miliar. Angka itu belum termasuk biaya operasi dan biaya rudal balistik.
Baca Juga: 84 Persen Tiket Gratis dari Pelni Sudah Terisi, Biwa Abi: Sisa 120 Kuota Lagi
Sebagaimana diketahui, drone Iran bernama Shahed-136 merupakan pesawat udara tanpa awak dan memiliki bahan peledak.
Drone sejenis bom tersebut itu dapat terbang langsung ke tank atau unit dan meledak saat bertabrakan.
Dengan hulu ledak yang cukup dahsyat, drone ini mampu melayang di atas target hingga perintah menyerang diberikan. Shahed-136 buatan Iran memiliki lebar sayap sekitar 2,5 meter dan sangat sulit dideteksi radar.
Baca Juga: Live Music Temani Pemudik Arus Balik Lebaran di Stasiun Cirebon
Dalam serangan ke Israel, Iran melepaskan 110 rudal balistik, 45 rudal jelajah, dan 170 Shahed-136. Total biaya dari tiga jenis alutsista itu ditaksir mencapai 60 juta dollar AS atau setara dengan Rp 963 miliar.
Dibandingkan dengan Iran, kerugian Israel jauh lebih besar. Bahkan, kerugiannya diperkirakan lebih dari 10 kali lipat dibandingkan Iran. Sebab, Israel menggunakan Iron Dome untuk menangkal setiap serangan Iran.
Iron Dome adalah sistem pertahanan udara yang dirancang untuk menghalau dan menghancurkan serangan roket jarak pendek dan roket artileri yang ditembakkan dari rentang jarak 4 kilometer hingga 70 kilometer.
Baca Juga: Imbas Keributan Antara Polisi dan TNI, 20 Anggota Polri Diperiksa di Polda Papua
Iron Dome Israel dapat beroperasi dalam segala kondisi cuaca. Ia menggunakan radar untuk melacak roket dan dapat membedakan antara roket yang kemungkinan akan mengenai area yang sudah dibangun dan yang tidak.
Rudal pencegat ditembakkan pada roket yang diperkirakan akan menyerang daerah berpenduduk.
Sistem ini terdiri dari baterai yang berlokasi di seluruh Israel, masing-masing dengan tiga hingga empat peluncur yang dapat menembakkan 20 rudal pencegat.
Mantan penasihat keuangan untuk kepala staf Israel, Brigadir Jenderal Ram Aminach memperkirakan biaya pertahanan Israel untuk menghalau rudal Iran pada 14 April 2024 mencapai 4-5 miliar shekel atau setara dengan USD1,08-1,35 miliar AS atau sekitar Rp21,8 triliun.
"Saya hanya berbicara tentang pencegatan terhadap apa yang diluncurkan oleh Iran dan bukan cedera yang terjadi kali ini," kata Aminach, dilansir Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth.
“Satu rudal ‘Arrow’ yang digunakan untuk mencegat rudal balistik Iran biayanya USD3,5 juta (Rp56,4 miliar), sedangkan biaya satu rudal ‘Magic Wand’ adalah USD1 juta (Rp16,1 miliar), ditambah dengan biaya penerbangan pesawat yang berpartisipasi dalam mencegat drone Iran,” tambahnya. ***
