POJOKSATU.id, JAKARTA—Tawaran Hamas kepada PM Israel Benjamin Netanyahu ternyata ditolak mentah-mentah.

Benjamin Netanyahu mengaku tak bisa menerima tawaran Hamas karena Hamas meminta Israel menarik pasukan dari jalur Gaza.

Selain menarik pasukan dari Gaza, Hamas juga meminta Israel membebaskan sandera yang tersisa.

Dalam sebuah pernyataan, Minggu (21/1/2024) waktu setempat, Netanyahu mengaku tidak bisa menerima persyaratan tersebut karena Hamas meminta Israel menarik pasukan dari Gaza.

Baca Juga: Wabup Madina dan Sekda Alamulhaq Daulay Diperiksa Poldasu Terkait Dugaan Suap PPPK Guru 2023

“Hamas menuntut diakhirinya perang, penarikan pasukan kami dari Gaza, pembebasan semua pembunuh dan pemerkosa,” kata Netanyahu seperti dimuat The New Arab.

Dia juga menolak persyaratan yang meminta agar pasukan Israel membiarkan Hamas tetap berdiri.

“Saya langsung menolak syarat yang diajukan monster Hamas,” tegasnya.

Sebuah kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat, Qatar dan Mesir akhir November lalu menghasilkan gencatan senjata selama sepekan dan pembebasan lebih dari 100 dari sekitar 240 sandera Israel yang ditawan militan Hamas 7 Oktober lalu.

Baca Juga: Sosok Ustaz yang Pingsan Saat Doakan Prabowo Jadi Presiden 2024, Ternyata Ulama Kharismatik di Banyuwangi

Sebagai imbalan, Israel membebaskan 240 wanita dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Tel Aviv.

Sejak perjanjian itu berakhir, Netanyahu tengah mencari cara untuk membebaskan 136 sandera yang masih disandera.

Baru-baru ini, Netanyahu menolak rencana pembentukan negara Palestina setelah perang berakhir di Jalur Gaza.

Penolakan itu didasari oleh kekhawatiran Netanyahu tentang jaminan keamanan nasional jika tentaranya ditarik dari wilayah kantong tersebut.

Baca Juga: KABAR FULL HEPI! Simak Alur Penetapan Nomor Induk PPPK, Pembayaran Gaji PPPK 2023 dan Tunjangan, Tanggal Ini Terima Gaji ke-13

“Saya tidak akan berkompromi mengenai kendali penuh keamanan Israel atas seluruh wilayah sebelah barat Sungai Yordan,” tegasnya.

Israel Diseret ke Mahkamah Internasional

Negara yang menyeret Israel ke Mahkamah Internasional terus bertambah.

Kini giliran Meksiko dan Chile mendesak Mahkamah Pidana Internasional atau ICC untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam perang antara Israel dan Hamas.

Sebelumnya, Indonesia disebut menggugat Israel ke Mahkamah Internasional atas penjajahan di Palestina.

Indonesia menyusul langkah Afrika Selatan yang sebelumnya menggugat Israel ke Mahkamah Internasional atas genosida rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Dilansir Middle East Monitor, Sabtu (20/1), Kementerian Luar Negeri RI telah membentuk tim ahli untuk membantu merancang gugatan ke Mahkamah Internasional, menuntut pertanggungjawaban Israel atas penjajahan di wilayah Palestina.***