POJOKSATU.id, JAKARTA-- Uni Emirat Arab (UEA) telah membuka pabrik bir pertamanya di Abu Dhabi setelah beberapa dekade lalu negara itu melakukan pembatasan produksi alkohol.

Pembukaan pabrik bir pertama di Uni Emirat Arab ini merupakan bagian dari perubahan undang-undang yang diterapkan di Abu Dhabi pada tahun 2021.

Yang memungkinkan pemegang lisensi alkohol untuk memfermentasi minuman beralkohol untuk dikonsumsi di tempat.

Baca Juga: Uchok Sky Khadafi Minta Poldasu Periksa Bupati Madina, Dugaan Suap Tak Mungkin Tersangkanya Satu

Uni Emirat Arab sendiri telah lama menjadi tujuan komersial dan wisata utama, sebagian karena peraturan yang kurang ketat mengenai konsumsi alkohol.

Pada Januari, emirat tersebut menangguhkan pajak sebesar 30 persen atas penjualan alkohol sebagai upaya menarik wisatawan Barat dan penduduk ekspatriat.

Menurut laporan media lokal, tempat pembuatan bir bernama Craft by Side Hustle telah dibuka sejak akhir Desember 2023 di mal Galleria Al Maryah Island di Abu Dhabi.

Baca Juga: Agar Perjuangan Guru Honorer Tak Kehabisan Energi, M Amin Sarankan Kisruh PPPK Madina 2023 Segera Dibawa ke PTUN

Perusahaan tersebut mengakui adanya tanggung jawab besar yang mereka pegang sebagai pendiri gerakan kerajinan lokal itu.

"Kami mengakui tanggung jawab yang diberikan kepada kami dan kami merasa rendah hati dan bersemangat untuk membuka pabrik bir mikro kerajinan pertama di Abu Dhabi," kata salah satu pendiri Side Hustle Brews and Spirits, Chad McGehee, dikutip Middle East Eye, Minggu (14/1).

"Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang inovatif dan otentik sesuai dengan standar tinggi UEA," sambung perusahaan itu.

Seperti diketahui sejak negara itu berdiri pada 1971, UEA sangat membatasi alkohol, meskipun emirat yang berbeda mempertahankan tingkat pelarangan yang berbeda-beda.***