POJOKSATU.ID, Akhir-akhir ini banyak diperbincangkan tentang Google, pada persidangan antimonopoli Google dan Epic Games, telah membuat taktik terbaru.

Melansir dari Gizmochina, menurut laporan dari Blooomberg, Google telah membayar Samsung dengan nominal fantastis yakni sebesar USD 8 miliar atau sekitar Rp 124,2 triliun selama periode empat tahun.

Baca Juga: Perdana Menteri Inggris Copot Mendagri Suella Braverman dari Jabatan, Gegara Tuduh Polisi Dukung Demonstran pro-Palestina

Uang tersebut sebagai upaya untuk memastikan bahwa layanan-layanan utama Google, termasuk Google Search, Google Assistant, dan Google Play Store, tetap menjadi opsi awal pada perangkat Samsung Galaxy.

Langkah ini merupakan bagian dari agenda Google yang lebih luas untuk memperkuat kehadirannya di dalam ekosistem Android dan mencegah OEM mempromosikan layanan yang bersaing.

Baca Juga: China Pecahkan Rekor Generator Stirling Tertinggi di Dunia Miliki Persenan Efisiensi Hingga Segini

Samsung sendiri memiliki asisten suara Bixby dan Galaxy Store sendiri, yang berpotensi membayangi penawaran Google.

Kemitraan antara Google dan Samsung ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar dari Google, yang dikenal sebagai Project Banyan, yang bertujuan untuk mempertahankan dominasi layanannya di perangkat Android.

Dikutip Pojoksatu.id,dari Tribunnews pada Kamis (16/11/2023). James Kolotouros sebagai Google's Vice President for Partnerships mengatakan, kontribusi Samsung menyumbang lebih dari setengah pendapatan Google Play Store, menggarisbawahi peran penting perangkat Samsung dalam ekosistem Google.

Baca Juga: RI Usulkan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Konferensi UNESCO

"Google tidak hanya mengamankan keunggulan aplikasinya di perangkat, tetapi juga berbagi pendapatan iklan dan menawarkan insentif kepada OEM untuk memprioritaskan aplikasi Google," sebutnya.

Sebelumnya, tahun 2020 Google mengusulkan untuk mengeluarkan dana sebesar USD 2,9 miliar, yang akan meningkat menjadi USD 4,5 miliar pada tahun 2023 untuk memastikan ketersediaan pencarian, Play, dan aplikasi penting lainnya di berbagai perangkat, termasuk yang berasal dari OEM non-Android dan operator nirkabel.