POJOKSATU.id, JAKARTA -- Rumah sakit terbesar di Jalur Gaza, Al-Shifa berhenti beroperasi. RS Al-Shifa berhenti beroperasi lantaran kehabisan pasokan bahan bakar.
Pasokan bahan bakar itu diperlukan untuk kebutuhan aliran listrik bagi rumah sakit tersebut. RS Al-Shifa berhenti beroperasi Sabtu (11/11/2023) waktu setempat.
Akibat matinya listrik di RS Al Shifa Jalur Gaza menyebabkan seorang bayi yang berada di dalam inkubator meninggal dunia.
Baca Juga: Dugaan Polisi Terlibat Pasang Baliho Prabowo-Gibran, Bawaslu RI : Ada Buktinya Apa Enggak?
Seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, situasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikuasai Hamas, Ashraf Al-Qidra, saat berbicara dengan Reuters via telepon.
Kondisi itu memicu situasi memilukan, yakni kematian seorang bayi yang dirawat di inkubator rumah sakit.
"Akibatnya, seorang bayi yang baru lahir meninggal di dalam inkubator, yang di dalamnya terdapat 45 bayi," tutur Al-Qidra dalam pernyataannya pada Sabtu (11/11).
Baca Juga: Jokowi Diisukan akan Menjadi Ketua Umum Partai Gerindra, Biran : Langkah Politik Paling Keliru
"Situasinya lebih buruk daripada yang bisa dibayangkan siapa pun. Kami terkepung di dalam Kompleks Medis Al-Shifa, dan pendudukan telah menargetkan sebagian besar bangunan di dalamnya," sebutnya.
Pasokan makanan, air bersih, obat-obatan dan bahan bakar menjadi sangat terbatas sejak perang antara Israel dan Hamas dimulai sebulan lalu.
Israel berangsur-angsur memperbolehkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza, namun masih melarang penyaluran bahan bakar.***

