POJOKSATU.id - Saat melihat peta Timur Tengah di Google Maps, kita tidak akan menemukan nama Palestina dalam wilayah tersebut.
Demikian pula, jika kita mencoba mencari Palestina di Google Maps, hasilnya akan kosong.
Dalam konteks ini, Google telah dituduh beberapa kali menghilangkan Palestina dari Google Maps.
Menurut The Guardian, pada tanggal 24 Oktober 2023, Google telah dihadapkan pada tudingan serupa pada tahun 2016.
Baca Juga: Raja Salman Terang-terangan Soal Kekejaman Konflik Israel Terhadap Palestina di Timur Tengah
Pada waktu tersebut, Forum Jurnalis Palestina mengritik Google karena dianggap telah menghilangkan Palestina dari Google Maps.
Namun, Google segera memberikan penjelasan resmi mengenai tudingan tersebut.
Pada waktu itu, perwakilan resmi Google menjelaskan bahwa Google memang tidak pernah menandai Palestina secara khusus di Google Maps.
Meskipun begitu, Google memberi label dan garis putus-putus pada Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Label dan garis putus-putus tersebut telah ada sejak tahun 2013 setelah Google mengikuti keputusan yang diambil oleh PBB.
Alasan mengapa hanya kedua wilayah itu yang diidentifikasi adalah karena keduanya telah diakui sebagai kota di wilayah Palestina pada tahun 1988.
Baca Juga: Syifa Hadju Turun ke Jalan Ikut Aksi Bela Palestina, Warganet: Proud of You Cipa
“Tidak pernah ada label Palestina di Google Maps, namun kami menemukan bug yang menghapus label Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kami bekerja cepat untuk mengembalikan label-label ini ke wilayah tersebut," terang Google pada 2016.
Palestina telah mendapatkan pengakuan sebagai negara oleh 136 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, meskipun beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, tidak mengakui eksistensi Palestina.
Ketika Palestina tidak terlihat di Google Maps, hal ini menimbulkan kehebohan di Indonesia dan mendapat tanggapan dari netizen.
Terdapat klaim bahwa Google telah menghapus Palestina dari Google Maps, tetapi Kominfo akhirnya membantah klaim tersebut dengan mengeluarkan pernyataan bahwa informasi tersebut adalah disinformasi.
Kominfo sejalan dengan pernyataan dari Google bahwa sebelumnya Palestina memang tidak pernah diberi label.
Terkait hal ini, telah ada beberapa petisi yang mengadvokasi penambahan label Palestina di peta Timur Tengah di Google Maps.
Di platform survei Change.org, petisi untuk melabeli Palestina di Google Maps telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2,5 juta tanda tangan.
Tampaknya kehadiran Palestina, atau lebih tepatnya ketiadaannya, di Google Maps masih menjadi isu yang mengundang perdebatan dan perhatian.
Namun, baik Google maupun Kominfo berpegang pada penjelasan bahwa Palestina memang tidak pernah secara khusus diberi label di peta digital tersebut.
Meskipun kontroversi ini terus berkembang, satu hal yang pasti adalah upaya-upaya, termasuk petisi yang mengadvokasi penambahan label Palestina, telah mendapatkan perhatian luas.***
