POJOKSATU.id - Masjid Agung Al-Istiqlal Murung Raya merupakan salah satu masjid terbesar sekaligus ikon religi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Masjid ini berdiri di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beriwit, Kecamatan Murung, yang menjadi pusat aktivitas ibadah umat Islam di daerah tersebut.
Keberadaan masjid agung ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol perkembangan kehidupan religius masyarakat di Kabupaten Murung Raya.
Baca Juga: Kapan Festival Ogoh-Ogoh Bali 2026 Digelar? Ini Jadwal Lengkap Sebelum Nyepi
Pembangunan Masjid Agung Al-Istiqlal berawal dari gagasan para tokoh agama setempat yang menginginkan sebuah masjid besar dan representatif.
Masjid tersebut diharapkan mampu menampung ribuan umat Islam yang ingin menunaikan ibadah secara bersama.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat pendidikan dan informasi keislaman bagi masyarakat di wilayah Murung Raya.
Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal! Lakukan Daftar Periksa Ini Sebelum Meninggalkan Rumah untuk Mudik
Perencanaan pembangunan masjid dimulai pada tahun 2007. Dalam tahap perencanaan, para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah sepakat membangun masjid yang memiliki kesan agung sekaligus memberikan suasana yang tenang, aman, dan damai bagi para jemaah.
Setelah proses perencanaan selesai, pembangunan masjid dimulai pada tahun 2008 dan berlangsung selama beberapa tahun.
Seluruh pembiayaan pembangunan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Murung Raya melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah.
Baca Juga: Apakah Prangko Masih Berguna di 2026? Ini Fakta Mengejutkan di Era Serba Digital
Proses pembangunan akhirnya rampung pada tahun 2012 dan masjid ini kemudian diresmikan pada 2 Juli 2013. Peresmian dilakukan oleh Bupati Murung Raya saat itu, Dr. Ir. Willy M. Yoseph.
Setelah diresmikan, pengelolaan masjid dilakukan oleh Badan Pengelola Masjid Agung Al-Istiqlal Puruk Cahu yang dibentuk melalui keputusan Bupati Murung Raya.
Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Al-Istiqlal Murung Raya memiliki desain yang cukup unik. Pada awalnya, rancangan pembangunan masjid tidak terikat pada satu gaya arsitektur tertentu.
Baca Juga: Prabowo Telepon Pangeran MBS di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Serukan Penghentian Aksi Militer
Konsep desainnya berkembang dengan mempelajari berbagai gaya arsitektur masjid besar, baik yang berada di Timur Tengah maupun masjid-masjid raya di berbagai daerah di Indonesia.
Akhirnya terbentuk desain yang memadukan arsitektur khas Timur Tengah dengan sentuhan budaya lokal masyarakat Dayak.
Unsur lokal tersebut terlihat dari kombinasi warna dan ornamen yang menghiasi kubah masjid.
Baca Juga: Mudik 2026 Lebih Cepat? Intip Ruas Tol Fungsional dan Titik Rawan Penumpukan Arus
Secara fisik, masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 5.929 meter persegi.
Dengan ukuran tersebut, Masjid Agung Al-Istiqlal Murung Raya mampu menampung sekitar 7.000 hingga 8.000 jemaah dalam satu waktu.
Masjid ini juga dilengkapi empat menara yang berdiri di setiap sudut bangunan.
Keempat menara tersebut menambah kesan megah sekaligus menjadi penanda visual yang mudah dikenali dari kejauhan.
Baca Juga: Sejarah Universitas Borneo Tarakan, Kampus Perbatasan Indonesia yang Resmi Menjadi PTN Tahun 2010
Selain menara, masjid ini memiliki lima kubah yang menjadi ciri khas arsitekturnya.
Satu kubah utama berada di bagian tengah bangunan, sementara empat kubah lainnya terletak di atas masing-masing menara.
Dengan desain megah dan kapasitas besar, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Murung Raya, terutama saat pelaksanaan ibadah besar seperti Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Cirebon Aman
Keberadaan Masjid Agung Al-Istiqlal Murung Raya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kebersamaan umat Islam di daerah tersebut.
Dengan arsitektur megah dan fungsi sosial keagamaan yang kuat, masjid ini terus menjadi kebanggaan masyarakat Murung Raya.***

