POJOKSATU.id - Masjid Al-Saleh menjadi salah satu ikon kebanggaan kota Sana’a, ibu kota Republik Yaman.

Berdiri megah di kawasan bukit kota tua Sana’a, masjid ini tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol kekuatan Islam di negeri tersebut.

Nama Al-Saleh diambil dari Presiden Yaman saat itu, Ali Abdullah Saleh, yang memerintahkan langsung pembangunannya.

Tak heran, masyarakat setempat kerap menyebutnya sebagai Masjid Presiden.

Masjid Al-Saleh diresmikan pada Jumat, 21 November 2008, bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Baca Juga: Kawal Arus Mudik 2026, Pemprov Jabar Siagakan 60 Posko Piket dan 19 Titik DRU

Pembangunannya menghabiskan dana sekitar US$60 juta dolar.

Anggaran besar itu digunakan untuk memastikan masjid ini berdiri kokoh dengan material berkualitas tinggi yang tahan terhadap cuaca ekstrem khas wilayah tersebut.

Secara arsitektural, masjid ini dirancang dengan gaya khas Yaman yang begitu kental.

Keindahannya menjadikannya salah satu objek wisata religi paling menarik di Sana’a.

Kompleks bangunannya menempati area seluas 27.300 meter persegi dengan tinggi bangunan sekitar 24 meter.

Baca Juga: Kawal Arus Mudik 2026, Pemprov Jabar Siagakan 60 Posko Piket dan 19 Titik DRU

Di dalamnya terdapat Fakultas Pelajaran Islam dan Ilmu Pengetahuan Qur’an, pekarangan luas, toilet dan area wudhu di lantai bawah tanah, area parkir, hingga kawasan hijau yang tertata rapi.

Ruang utama masjid memiliki luas 13.596 meter persegi.

Jika dihitung bersama pelataran dan ruang khusus jemaah wanita di lantai atas, kapasitasnya mampu menampung hingga 44 ribu jemaah sekaligus.

Wah, angka yang luar biasa untuk satu kompleks masjid, ya.

Fitur paling mencolok dari eksteriornya adalah enam menara yang masing-masing menjulang setinggi 100 meter.

Baca Juga: Bertumbuh Lewat Program MagangHub di Pojoksatu, Proses Mengenal Dunia Kerja yang Mengasah Skill dan Pola Pikir Profesional

Di bagian atap, terdapat kubah-kubah besar yang mempertegas kemegahannya.

Kubah utama berdiameter 28 meter dengan tinggi 22 meter.

Selain itu, ada lima kubah di atap utama, empat di antaranya berdiameter 15,6 meter dan tinggi 20,35 meter di atas atap masjid.

Satu kubah lainnya memiliki diameter 27,4 meter dengan tinggi mencapai 39,6 meter di atas atap.

Akses menuju masjid dibuat luas dan representatif. Terdapat 10 pintu di sisi timur dan barat, serta 5 pintu di sisi selatan yang mengarah ke pekarangan kiri masjid, Islamic Shari’a College, dan area wudhu.

Baca Juga: Dana TPG Retur ke Negara Karena Rekening Tidak Valid, Ini 7 Penyebab Paling Sering dan Cara Bereskan Sebelum Penyaluran Berikutnya

Bangunan ini dirancang memenuhi standar keamanan internasional.

Pintu-pintunya pun berukuran sangat besar, setinggi 22,86 meter atau sekitar 75 kaki, terbuat dari kayu jati Birma berkualitas tinggi lengkap dengan ukiran tembaga yang detail dan artistik.

Masuk ke bagian dalam, jemaah akan disambut lampu gantung kaca raksasa bergaya bohemia yang menggantung di bawah kubah utama.

Langit-langitnya menggunakan kayu oak Amerika pilihan, sementara karpetnya dibuat di Turki dari wol domba Selandia Baru.

Kombinasi material internasional dan sentuhan lokal ini membuat interiornya terasa mewah sekaligus hangat.

Baca Juga: Presiden Trump Umumkan Operasi Militer Besar-besaran Serang Iran, Hancurkan Rudal dan Angkatan Laut

Beragam gaya arsitektur asli Yaman tampak jelas dari desain tembok hingga dekorasi atap.

Struktur utama bangunannya menggunakan beton bertulang dengan semen cor asli Yaman yang dikenal memiliki kualitas tinggi.

Setiap detailnya dirancang untuk menegaskan identitas lokal sekaligus menunjukkan kemegahan peradaban Islam.

Masjid Al-Saleh bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kebanggaan nasional dan warisan arsitektur yang mengagumkan.

Di tengah dinamika sosial dan politik Yaman, kemegahan masjid ini seolah menjadi pengingat bahwa peradaban dibangun bukan hanya dengan kekuatan, tetapi juga dengan iman, keindahan, dan dedikasi untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi generasi mendatang. ***