POJOKSATU.id — Di balik perjuangan kemerdekaan Indonesia, nama KH Hasyim Asyari selalu dikenang sebagai ulama besar yang bukan hanya mendirikan Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi penggerak Resolusi Jihad yang membakar semangat rakyat melawan penjajahan.

KH Hasyim Asyari dikenal sebagai pribadi sederhana, tegas dalam prinsip, namun penuh kasih kepada santrinya.

Sang kyai menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan cinta tanah air, baginya membela negara adalah bagian dari ibadah.

Ia juga selalu mengajarkan santri untuk disiplin waktu, menjaga akhlak, dan menjadikan ilmu sebagai cahaya kehidupan.

Baca Juga: Ibu Guru Wajib Tahu, Ini Dia Ide Lomba 17 Agustus Agar Anak Murid Tidak Bosan

Keteladanan ini membuatnya dihormati tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga tokoh nasional lain.

Kisah Unik KH Hasyim Asyari

Salah satu kisah unik KH Hasyim Asyari terjadi ketika ia ditangkap oleh tentara Jepang karena menolak melakukan seikerei (membungkuk ke arah matahari terbit sebagai simbol penghormatan kepada Kaisar Jepang).

Dengan keberanian luar biasa Ia menegaskan bahwa sebagai muslim dirinya hanya tunduk kepada Allah SWT.

Peristiwa ini membuat KH Hasyim Asyari dipenjara, namun malah semakin menambah kewibawaannya di mata umat Islam karena tetap teguh mempertahankan aqidah meski dalam tekanan penjajah.

Baca Juga: Makna dari HUT RI ke-80, Momentum Refleksi Tujuan Kita Bernegara Sesuai UUD 1945

Kisah lain yang sering diceritakan adalah kebiasaannya menulis kitab di malam hari dengan penerangan lampu minyak sambil sesekali mengajari santri yang mengetuk pintunya, menunjukkan betapa besar dedikasinya untuk pendidikan.

Resolusi Jihad dan Semangat Kemerdekaan

Fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 menjadi bukti keberanian KH Hasyim Asyari dalam membela Tanah Air.

Seruan jihad fi sabilillah ini mendorong rakyat Surabaya berjuang mati-matian melawan kembalinya Belanda.

Peristiwa heroik 10 November 1945 pun menjadi tonggak sejarah yang tak terlupakan.

Warisan yang Tak Pernah Padam

Warisan KH Hasyim Asyari bukan hanya NU yang kini menjadi organisasi Islam terbesar di dunia, tetapi juga pesan moral bagi bangsa.

Bahwa kemerdekaan harus dijaga dengan iman, ilmu, dan persatuan, teladan hidup beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap cinta agama sekaligus cinta tanah air.

Baca Juga: Laptop Merah Putih, Sejatinya Jejak Sejarah dan Perkembangan Teknologi Anak Bangsa, Dari Riset ke Hilirisasi, Berencana Hadirkan Chip AI Lokal

KH Hasyim Asyari bukan sekadar ulama besar yang dikenang dalam buku sejarah, tetapi sosok nyata yang menanamkan arti keberanian, keteguhan iman, serta kecintaan kepada tanah air.

Dari keteladanannya kita belajar bahwa ilmu harus dibarengi akhlak, dan cinta bangsa adalah bagian dari ibadah.

Semoga generasi muda Indonesia mampu meneruskan jejak beliau dengan tetap menjaga persatuan, memperkuat iman, serta berkontribusi bagi kemajuan negeri tercinta ini.***

Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya tanpa iklan melalui aplikasi kami di bawah ini:

Versi Android

Versi iOS

Saluran Whatsapp

FanPage Edugov