POJOKSATU.ID- Tahun 1955, Presiden AS Dwight D.Eissenhower khawatir akan adanya efek domino, jika Vietnam menjadi negara komunis, maka negara-negara di Asia Tenggara akan mengikutinya.
Amerika Serikat memutuskan memerangi Vietnam Utara yang menganut komunisme dan mendukung Vietnam Selatan yang berideologi liberalis.
Adapun bentuk keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam ditunjukkan lewat bantuan persenjataan, pasukan, pelatihan militer, hingga bantuan ekonomi.
Baca Juga: BKD Sumut Sedang Mendata Kebutuhan SKPD untuk CPNS dan PPPK 2024
Pada November 1967 tercatat, sebanyak 500.000 lebih pasukan AS diterjunkan ke Vietnam Selatan, di mana sebanyak 15.000 di antaranya tewas dan 100.000 lainnya mengalami luka-luka.
Usai ditentang warganya sendiri karena banyak memakan korban jiwa. Pada tahun 1973, AS baru bisa menghentikan keterlibatannya dalam Perang Vietnam.
Pada tahun 1975, perang resmi berakhir dengan kemenangan di tangan Vietnam Utara atau pihak komunis.
Baca Juga: Lecehkan Najwa Shihab secara Verbal saat Tampil di 'Desak Anies', Komika Felix Seda Minta Maaf
Amerika Serikat terlibat dalam Perang Vietnam karena alasan ideologi dan geopolitik.
Berikut alasan utama melibatkan Amerika Serikat dalam konflik Vietnam antara tahun 1955 hingga 1975 termasuk:
Doktrin Domino: Pada saat itu, pemerintah Amerika Serikat terpengaruh oleh teori "domino effect" (efek domino), yaitu keyakinan bahwa jika satu negara Asia Tenggara jatuh ke dalam paham komunisme, negara-negara sekitarnya juga akan mengalami domino efek yang serupa. Khawatir akan penyebaran komunisme di kawasan tersebut, Amerika Serikat merasa perlu untuk menghentikan penyebaran ideologi ini.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Tim Mawar Hingga Kronologi Penculikan Aktivis 98
Persepsi Ancaman Terhadap Kepentingan Amerika Serikat: Amerika Serikat melihat kawasan Asia Tenggara sebagai area kepentingan strategis dan ekonomis. Pada saat itu, terdapat kekhawatiran bahwa penyebaran komunisme di Vietnam dapat mengancam kestabilan politik dan ekonomi di kawasan tersebut, yang dapat berdampak negatif pada kepentingan Amerika Serikat.
Keterlibatan Sebagai Bagian dari Perang Dingin: Perang Vietnam terjadi pada periode Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat melihat konflik di Vietnam sebagai satu front dalam perang melawan ekspansi komunisme yang didukung oleh Uni Soviet dan Tiongkok. Oleh karena itu, Amerika Serikat memberikan dukungan militer dan ekonomi kepada pemerintahan Vietnam Selatan yang anti-komunis.
Baca Juga: KELAS XII JANGAN SAMPAI TERLEWAT, Ini Dia Jadwal Lengkap SKD 2024 Sekolah Dinas, SIAP-SIAP Pelajari Materi Ujian TWK, TIU dan TKP Ini
Teori Keterlibatan Terbatas: Awalnya, Amerika Serikat terlibat dalam konflik Vietnam dengan cara yang diharapkan untuk "menahan" atau "membatasi" eskalasi konflik. Ide ini muncul dari kekhawatiran bahwa kekalahan Vietnam Selatan dapat menghasilkan konflik yang lebih besar dan melibatkan negara-negara lain di kawasan.
Hubungan dengan Pemerintahan Vietnam Selatan: Amerika Serikat mendukung pemerintahan Vietnam Selatan yang dianggap sebagai mitra pro-Barat dalam perang melawan pemberontakan komunis. Dukungan ini melibatkan penyediaan bantuan militer, penasihat militer, dan dukungan ekonomi.
Baca Juga: Tiga Makna Dibalik Mundurnya Mahfud MD dari Menteri Jokowi, Pengamat Ini Singgung Soal Pesan Elektoral
Namun, terlibatnya Amerika Serikat dalam Perang Vietnam menjadi kontroversial dan menuai protes di dalam negeri. Banyak orang Amerika merasa bahwa konflik tersebut tidak hanya mahal secara finansial tetapi juga merugikan dalam hal korban jiwa dan dampak psikologis. Pada tahun 1973, Amerika Serikat menarik pasukannya dari Vietnam, dan pada tahun 1975, Vietnam bersatu di bawah pemerintahan komunis. ***
