POJOKSATU.id - Selebgram Amanda Zahra mengaku menjadi korban body shaming yang diduga dilakukan seorang dokter dari klinik kecantikan ternama. Curhatan itu dibagikannya melalui Instagram Story dan langsung menjadi perhatian warganet.

Amanda Zahra mengaku kecewa karena sejatinya berulang kali menjalani perawatan di klinik kecantikan itu. Namun, salah satu dokter membuat unggahan bernada merendahkan fisik Amanda.

"Baru saja aku lihat postingan seorang dokter yang bekerja di klinik estetik yang aku suka datangin juga. Sedih banget lihat beliau membuat komentar yang merendahkan penampilan perempuan lain karena treatment estetik yang diasumsikan dijalaninya di akun publik dengan kata-kata kebencian juga," tulis Amanda dilansir Jumat, 10 Juli 2026.

Baca Juga: Bongkar Tiga Kasus Besar dari Jampidus Febrie Andriansyah, Polri Beri Sinyal Bakal Kembali Obok-obok Lokasi Baru

Dalam unggahannya, Amanda turut membagikan tangkapan layar salah satu unggahan dokter tersebut. Isi postingan itu menyinggung penampilan Amanda berulang kali.

"Maaf nih ya sekali lagi maaf, para pemuja AZ, kalau dia foto dari bawah dan memamerkan pabrik susunya hanya untuk menjadi tontonan khalayak ramai dengan muka full un original, dan masih dipuja, disanjung, padahal kita semua tahu arah ini perempuan kemane, pada kebuka enggak si mata lu pada hah" demikian unggahan dokter itu.

Menurut Amanda, persoalan utama bukanlah soal seseorang menjalani perawatan estetik atau tidak. Ia justru menilai ironis apabila tenaga medis yang bekerja di bidang kecantikan merendahkan pasien karena memilih melakukan treatment estetik.

"Padahal, tidak ada yang memalukan dari keputusan seseorang untuk melakukan treatment estetik, dan tidak seharusnya ada yang dihakimi atau diejek karena pilihan itu," ungkap Amanda.

Baca Juga: Jampidsus Disebut Ditarget Imbas Tangkap Jenderal Polisi di Kasus BGN, Ini Kata Febrie Adriansyah

Sebagai pasien dan pelanggan yang membayar berhak memperoleh perlakuan yang baik tanpa dihakimi.

"Saya percaya setiap pasien berhak diperlakukan dengan baik dan penuh rasa hormat. Kita seharusnya bisa mempercayai tenaga kesehatan dan seluruh staf klinik untuk memegang teguh prinsip itu," lanjutnya.

Amanda mengatakan dirinya sudah terbiasa menghadapi objektifikasi dan pelecehan selama bertahun-tahun. Namun, ia menilai tindakan tersebut berbeda ketika dilakukan oleh seseorang yang bekerja di bidang kedokteran estetik.

"Saya sudah menghadapi objektivikasi dan pelecehan sepanjang hidup saya. Meski hal itu jelas tidak bisa diterima, bagi saya itu bukan sesuatu yang baru," ujarnya.

"Namun, ketika seseorang bekerja di bidang kedokteran estetik lalu secara terbuka mempermalukan perempuan hanya karena menganggap mereka menjalani perawatan estetik, menurut saya itu sangat ironis," sambungnya.

Baca Juga: IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus, Hubungan Asmara selama Empat Tahun Gagal Berlanjut ke Pernikahan

Amanda juga mengaku secara pribadi tidak lagi merasa nyaman untuk kembali menjadi pasien di klinik tersebut, meski selama ini ia menyukai layanan yang diberikan.

"Secara pribadi saya tidak akan merasa nyaman kembali ke sana. Padahal saya suka kliniknya, suka treatment-nya, bahkan dokter yang menangani saya selama ini juga tidak ada masalah. Tapi rasanya tidak masuk akal kalau ingin tampil cantik justru malah direndahkan oleh dokternya sendiri," katanya.

Di akhir curhatannya, Amanda berharap setiap perempuan dapat merasa aman dalam menentukan pilihan terhadap tubuhnya tanpa takut dipermalukan, terlebih oleh pihak yang bekerja di bidang tersebut.

"Saya hampir tidak pernah mengeluh seperti ini di akun utama. Namun saya percaya setiap perempuan berhak merasa aman dan tidak dipermalukan atas pilihan yang mereka ambil, terlebih oleh dokter yang justru menyediakan layanan tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Punya 8 Anak dari 5 Mantan Istri, Vicky Prasetyo Bantah Telantarkan Fangfang, Akui Bingung Nafkah Siapa yang Harus Didahulukan

Amanda juga mengungkapkan unggahan bernada kasar yang diduga dibuat dokter tersebut sebenarnya masih lebih banyak. Meski kini telah dihapus, ia mengaku telah menyimpan seluruh tangkapan layar sebagai bukti.

"Sebenarnya lebih banyak lagi itu ngamuknya dan kasar sekali, tapi postingannya sudah dihapus. Tapi tenang, sudah gua SS, nyebut nama lengkap gua pun. Semoga kita semua bisa dengan tenang mempercantik diri pakai duit sendiri atau duit suami tanpa judgment dari orang-orang seperti itu," tutup Amanda.

Saat ini, akun dokter tersebut telah berganti nama dan tidak aktif begitu Amanda Zahra mengungkap ulahnya ke publik. ***