POJOKSATU.id — Kabar menggembirakan datang untuk para pencinta anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.

Setelah meraih kesuksesan besar di bioskop dan memecahkan berbagai rekor box office di sejumlah negara, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle dipastikan segera hadir di layanan streaming Netflix.

Film ini merupakan bagian pertama dari trilogi yang mengisahkan babak penutup perjalanan Tanjiro Kamado dalam menghadapi musuh terkuatnya, Muzan Kibutsuji.

Baca Juga: Langka di Indonesia, Jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB, Belajar Komunikasi, Penyuluhan, hingga Pemberdayaan Desa, Prospeknya In

Netflix menjadwalkan penayangan film tersebut untuk pelanggan di sejumlah negara Asia mulai Senin (28/7/2026).

Kehadirannya menjadi kesempatan bagi penggemar untuk kembali menyaksikan awal pertarungan klimaks Korps Pemburu Iblis sebelum dua film lanjutan dirilis.

Popularitas Infinity Castle tidak hanya terlihat di pasar internasional.

Selama diputar di bioskop Indonesia, film garapan studio ufotable tersebut juga mencatat pencapaian impresif dengan menjadi salah satu film anime yang berhasil mengumpulkan jumlah penonton terbanyak.

Baca Juga: Langka di Indonesia, Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan UNAIR, Belajar Membangun Robot Pintar dan AI, Kuliahnya di Sini

Netflix telah mengonfirmasi bahwa Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle akan tersedia di platformnya mulai Senin (28/7/2026).

Jadwal penayangan itu berlaku untuk sejumlah negara di kawasan Asia, dengan pengecualian Jepang, China, dan India.

Pada periode yang sama, layanan streaming Crunchyroll juga mengumumkan akan menghadirkan film tersebut bagi penonton di wilayah yang sama.

Baca Juga: Setorkan Dividen Terbesar untuk Negara, 8 Langkah Strategis BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Melalui akun resmi Netflix Anime di platform X, Netflix membagikan pengumuman berikut.

"Tanjiro dan para Hashira terjun ke Infinity Castle dan medan pertempuran telah disiapkan untuk pertarungan pamungkas antara Corps Demon Slayer dan para iblis. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle I akan tayang di Netflix seluruh Asia, kecuali Jepang, China, dan India mulai 28 Juli."

Di balik kisahnya yang emosional dan aksi pertarungan yang memukau, Demon Slayer ternyata menyimpan banyak fakta menarik yang belum diketahui sebagian penggemar.

Pertama, judul asli Kimetsu no Yaiba sebenarnya tidak berarti Demon Slayer secara harfiah.

Baca Juga: Progres Pencairan Saldo Guru Antar Bank Penyalur TPG Daerah Riau Cair!

Jika diterjemahkan secara lebih mendekati makna aslinya, judul tersebut berarti "Pedang Pembasmi Iblis".

Sementara itu, nama Demon Slayer dipilih sebagai judul internasasional karena dinilai lebih sederhana dan mudah diingat oleh penonton di berbagai negara.

Fakta kedua berkaitan dengan sang kreator, Koyoharu Gotouge. Hingga saat ini, identitas mangaka tersebut masih menjadi misteri.

Gotouge dikenal sangat tertutup dan belum pernah mengungkap wajah maupun kehidupan pribadinya kepada publik secara resmi.

Baca Juga: Kabar Baik Tunjangan Guru Riau Mulai Masuk Rekening BRI, Bapak Ibu Guru Silakan Cek Saldo Sekarang!

Ketiga, Kimetsu no Yaiba pernah menjadi fenomena yang menghidupkan kembali industri manga Jepang.

Sepanjang 2020, penjualan manganya menembus lebih dari 80 juta eksemplar hanya dalam satu tahun, menjadikannya salah satu manga dengan penjualan tertinggi sepanjang sejarah.

Keempat, film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train berhasil mencatat sejarah sebagai film Jepang dengan pendapatan terbesar sepanjang masa.

Bahkan, pada 2020 film tersebut sempat menyandang status sebagai film dengan pendapatan tertinggi di dunia.

Baca Juga: Penyaluran Tunjangan Guru Kabupaten/Kota Masih Tersendat, Bagaimana Kondisi Sekarang?

Kelima, berbagai teknik pernapasan dalam serial ini ternyata tidak dibuat secara asal.

Water Breathing, Flame Breathing, Wind Breathing hingga Stone Breathing terinspirasi dari filosofi unsur alam yang telah lama dikenal dalam budaya Jepang.

Fakta keenam menjadi salah satu hal yang paling sering disalahpahami penggemar.

Efek air, api, petir, dan berbagai elemen lain yang muncul ketika para pemburu iblis menggunakan teknik pernapasan sebenarnya hanyalah visualisasi artistik.

Dalam dunia Demon Slayer, elemen-elemen tersebut tidak benar-benar muncul dan tidak dapat dilihat oleh karakter lain.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Konten LGBT, Kemenag Gandeng Tokoh Agama Bakal Lakukan Edukasi dengan Cara Ini

Ketujuh, Tanjiro Kamado memiliki kemampuan penciuman yang jauh melampaui manusia biasa.

Keahlian tersebut memungkinkannya mendeteksi keberadaan iblis, mengenali emosi seseorang, hingga menemukan titik lemah lawan saat bertarung.

Kedelapan, banyak latar yang muncul dalam anime ini ternyata terinspirasi dari lokasi nyata di Jepang.

Mulai dari pegunungan, kuil, desa tradisional, hingga hutan bambu yang masih bisa ditemukan hingga sekarang.

Kesembilan, kimono yang dikenakan Nezuko Kamado juga memiliki makna budaya.

Motif Asanoha atau daun rami melambangkan kesehatan, pertumbuhan, dan harapan dalam tradisi Jepang.

Baca Juga: Tiga Program Prioritas Kemenag 2026, Benarkah Tambahan Insentif Guru Madrasah Sudah Tersalurkan?

Kesepuluh, kualitas animasi Demon Slayer menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Studio ufotable menggabungkan teknik animasi dua dimensi dengan teknologi CGI sehingga menghasilkan adegan pertarungan yang terlihat sangat halus dan sinematik.

Kesebelas, setiap Hashira dirancang dengan identitas yang sesuai dengan teknik pernapasan masing-masing. Hal itu tercermin dari warna pakaian, kepribadian, hingga gaya bertarung mereka.

Kedua belas, popularitas Demon Slayer turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata Jepang.

Banyak penggemar datang mengunjungi berbagai lokasi yang dipercaya menjadi inspirasi latar dalam anime tersebut.

Baca Juga: Menagih Janji Insentif Guru Madrasah Non ASN Kemenag, Sudahkah Cair ke Rekening?

Ketiga belas, setiap Pedang Nichirin memiliki warna yang berbeda sesuai karakter dan potensi pemiliknya.

Warna tersebut juga menggambarkan kecocokan pengguna terhadap teknik pernapasan tertentu.

Keempat belas, meski hanya terdiri atas 23 volume dan 205 chapter, manga Kimetsu no Yaiba berhasil masuk dalam daftar manga terlaris sepanjang masa dan mampu bersaing dengan seri yang memiliki jumlah volume jauh lebih banyak.

Terakhir, lagu pembuka Gurenge yang dibawakan oleh LiSA sukses menjadi fenomena global.

Lagu tersebut mendominasi berbagai tangga lagu di Jepang sekaligus menjadi salah satu soundtrack anime paling populer di dunia.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Kepedulian Sosial, 500 Warga Terima Bantuan Seragam Sekolah dan Sembako

Salah satu fakta yang paling sering mengejutkan para penggemar adalah bahwa efek air, api, petir, hingga elemen lain yang muncul saat teknik pernapasan digunakan bukanlah kekuatan nyata di dunia Demon Slayer.

Seluruh efek tersebut hanya dibuat sebagai visualisasi artistik agar adegan pertarungan terasa lebih dramatis bagi penonton.

Sembari menunggu perilisan film kedua dan ketiga dari trilogi Infinity Castle, penggemar kini dapat kembali mengikuti awal pertarungan terakhir Tanjiro Kamado dan para Hashira melawan Muzan Kibutsuji melalui Netflix mulai Senin (28/7/2026).***