POJOKSATU.id - Curhatan Betrand Peto yang mengegerkan media sosial juga menyasar Sarwendah. Dia mengakui kalau bundanya itu turut menghasut anak-anak untuk membenci Ruben Onsu.
Bahkan, hasutan itu sampai ke keluarga kandung Betrand Peto di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga semuanya jadi terdoktrin untuk mencap Ruben Onsu bukan ayah yang baik.
"Bun, pernah kalian ingat bagaimana kalian menghasut keluargaku di NTT? Apa yang kalian ucapkan tentang ayah? Bagaimana aku disuruh berbohong tentang ayah? Sekarang apa berani kalian mengakui? Kejahatan kalian untuk mendoktrin semua yang di sekitar," tulisnya di Story Instagram-nya.
Onyo-sapaan akrab Betrand Peto-menyebut semua tujuan keluarga Sarwendah hanya untuk menghancurkan Ruben Onsu, dan beruntungnya sang ayah tidak melawan.
Dia juga mengatakan keluar dari rumah dan memilih tinggal dengan Ruben Onsu bukan seperti alasan yang beredar selama ini. Ada hal yang tidak baik, yang belum bisa diungkapkannya saat ini.
"Jangan merasa jagoan dan terzalimi terus, please. Bahkan, aku masih bohong alasan kenapa aku keluar dari rumah sana sama semua orang, untuk menjaga nama baik bunda, semua yang aku tulis, aku bisa pertanggung jawabkan, bagaimana jika bunda apa mau mengakui?," tegasnya.
Onyo menyebutkan berani bersuara di media sosial, karena Sarwendah dan orang-orang di sekeliling bundanya sudah keterlaluan.
"Maaf, Onyo enggak pernah gini, enggak mau gini, tapi ini sudah keterlaluan dia berulah, dan seolah-olah lugu tersakiti, padahal hati dan pikirannya enggak pernah positif," tukasnya.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Tersangka Andri Bersekongkol dengan AA Menggasak Uang Pengadaan Motor Listrik MBG
Tak hanya itu, Onyo juga memprovokasi kedua adiknya Thania dan Thalia untuk membencinya dan Ruben Onsu.
"Enggak suka dibohongin, tapi u yang ngajarin bohong anak-anak u, kasian adik-adik mereka sudah banyak terprovokasi tentang ayah yang tidak baik. Terutama Cici, masih ingat kalian yang di sana? Dan, kalian berhasil sudah membuat Cici untuk benci ayah dan saya," tuturnya.
Bahkan, Onyo menguak, dirinya dan kedua adiknya diminta marah atas keputusan Ruben Onsu mualaf dan menjelekkan agama baru ayahnya.
"Jangan minta kami untuk stres mendengar ayah pindah keyakinan, harusnya kami diajarin tentang toleransi, terutama adik-adik-adik, yang kami terima keyakinan ayah yang baru tidak baik pengertiannya," jelasnya.
"Tapi setelah aku tinggal sama ayah, semua berbanding terbalik dengan apa yang dia ucapkan di telinga kami," sambungnya.
Diapun meminta pihak ibunya untuk berhenti drama dan fokus pada tuntutan ayahnya untuk bertemu Thalia dan Thania.
"Fokus ya yang diminta ayah itu bertemu sama Thalia dan Thalia tanpa pendamping, biarkan hanya ayah dan anak-anaknya dulu, kok susah banget ya? Jangan pengalihan terus diputar-putar, dicari-cari kesalahan orang terus, demi membela...," pungkas Betrand Peto. ***

