POJOKSATU.id — Kabar baik hadir bagi pencinta anime lawas dan kisah fantasi.
Setelah nyaris 40 tahun sejak petualangan perdananya memikat perhatian publik dunia, sosok penyihir muda legendaris bernama Kiki dipastikan kembali lewat sebuah sekuel resmi terbaru.
Novel berjudul Kiki and the New Magic atau Kiki dan Sihir Baru dijadwalkan meluncur dalam versi bahasa Inggris pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca Juga: Mulai Juni 2026, CFD Rasuna Said Jakarta Kembali Dibuka, Ini Jam dan Aturannya
Kehadiran buku ini diperkirakan akan membangkitkan rasa nostalgia para penggemar lama yang tumbuh bersama kisah Kiki, sekaligus menjadi pintu masuk bagi pembaca muda untuk mengenal dunianya.
Buku anyar karya Eiko Kadono ini menjadi kelanjutan dari cerita yang dahulu mengilhami film ikonik arahan Hayao Miyazaki pada 1989.
Sementara itu, Kiki’s Delivery Service selama ini dikenal sebagai salah satu karya paling berkesan dari Studio Ghibli karena berhasil menggabungkan unsur fantasi, perjalanan menuju kedewasaan, serta pencarian identitas diri yang dekat dengan kehidupan penonton.
Novel tersebut akan dirilis oleh Delacorte Press yang berada di bawah penerbit Penguin Random House dalam format hardcover dengan ketebalan 288 halaman.
Sasaran utamanya adalah pembaca usia 8 hingga 12 tahun, meskipun para penggemar dewasa diprediksi tetap antusias mengikuti kelanjutan kisah sang penyihir muda.
Tak hanya tersedia dalam versi cetak, buku ini juga akan hadir dalam format ebook, audiobook, serta edisi perpustakaan.
Baca Juga: Transjakarta Buka Rekrutmen 2026, Posisi AI Engineer dan Sales Executive Dicari
Di pasar Amerika Serikat, versi hardcover dipasarkan dengan harga sekitar 19,99 dolar AS.
Kisah Baru Kiki Setelah Menetap di Koriko
Cerita dalam Kiki dan Sihir Baru berlatar satu tahun setelah Kiki mulai menjalani kehidupan mandiri di kota tepi laut bernama Koriko.
Jika sebelumnya ia digambarkan sebagai remaja penyihir yang masih kikuk saat beradaptasi di lingkungan baru, kini namanya sudah cukup dikenal berkat layanan pengiriman miliknya.
Meski begitu, meningkatnya popularitas ternyata membawa tantangan tersendiri.
Baca Juga: Profil Universitas Al-Khairiyah Cilegon, Kampus Swasta Pertama yang Jadi Kebanggaan Warga Banten
Kiki mulai dihadapkan pada berbagai tekanan batin yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Sekuel ini disebut akan lebih mendalami dinamika hubungan pertemanan Kiki sekaligus kebimbangannya dalam menentukan langkah hidup ke depan.
Hubungannya dengan Jiji, kucing hitam yang selalu menemaninya, juga mengalami perkembangan yang lebih rumit.
Tak hanya itu, kedekatannya dengan Tombo, sahabat yang memiliki ketertarikan besar pada dunia penerbangan, ikut mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.
Baca Juga: Bupati Bandung Siap Dampingi Kiai Audiensi ke Pusat, Desak Kejelasan Implementasi UU Pesantren
Ketika misi pengiriman yang ia jalani semakin penuh risiko, Kiki mulai mempertanyakan kemampuan diri dan makna sesungguhnya dari perannya sebagai penyihir.
Seperti karya pendahulunya, novel terbaru ini tetap menyuguhkan nuansa fantasi yang kaya imajinasi.
Namun, dibalut dengan persoalan emosional tentang pertumbuhan, perubahan hidup, dan pencarian jati diri.
Karena alasan itulah, Kiki’s Delivery Service masih dikenang sebagai salah satu kisah coming-of-age paling menyentuh dari Studio Ghibli, walaupun dirilis jauh sebelum anime berkembang menjadi budaya populer global seperti saat ini.***


