POJOKSATU.id - Kritikan keras disampaikan anggota juri Festival Film Cannes, Paul Laverty, terhadap industri Hollywood. Ini setelah, beberapa artis pro Palestina diboikot dan tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali, salah satunya, Susan Sarandon.

Hal tersebut disampaikan Paul Laverty di sela-sela konferensi pers Cannes, Selasa waktu setempat, 12 Mei 2026.

Menurutnya, apa yang Hollywood lakukan terhadap Susan Sarandon dan rekan-rekannya merupakan tindakan yang memalukan.

Baca Juga: Wajib Coba, 6 Olahan Daging Kurban Paling Favorit Saat Iduladha, Tips Dijamin Empuk dengan Bumbu Meresap

Berbeda dengan Hollywood, Cannes justru mengikutsertaan Susan Sarandon, Javier Bardem, Mark Ruffalo,

“Festival Film Cannes memiliki poster yang luar biasa. Ya, dan menarik melihat beberapa orang seperti Susan Sarandon, Javier Bardem, dan Mark Ruffalo di-blacklist, karena pandangan mereka yang menentang pembunuhan perempuan dan anak-anak di Gaza," ujarnya dilansir dari Variety.

"Malu bagi orang-orang Hollywood yang melakukan itu (blacklist). Rasa hormat dan solidaritas penuh saya untuk mereka (Susan Sarandon dkk). Mereka adalah yang terbaik di antara kita, saya sangat menghormati mereka," tegasnya.

Laverty juga mengutip William Shakespeare dalam konferensi tersebut, merujuk pada kutipan terkenal dari King Lear: “Tis’ the time’s plague when madmen lead the blind,” yang berarti “Inilah wabah zaman ketika orang gila memimpin mereka yang buta.”

Baca Juga: Jangan Tertipu Badan Besar! Dosen UMM Ungkap Cara Memilih Hewan Kurban yang Benar dan Sehat

Dia mengatakan bahwa terpilih menjadi juri Cannes menjadi semacam penawar bagi situasi sosial-politik dunia saat ini.

“Anda melihat begitu banyak kekerasan, genosida di Gaza, dan semua hal mengerikan itu. Datang ke sebuah festival yang merupakan perayaan keberagaman, imajinasi, dan kelembutan di tengah kekerasan yang vulgar, kejam, dan sistematis? Tempat di mana ada kontradiksi, nuansa, keindahan, dan inspirasi? Itu benar-benar membuat saya terkesan," jelasnya.

Di penghujung konferensi persnya, Laverty kemudian bercanda, “Saya hanya berharap kita tidak dibom sekarang, karena kita punya poster ini di Cannes".

Susan Sarandon sendiri karakternya dalam Thelma & Louise menjadi poster resmi Cannes 2026. Dan, sempat viral pada Februari lalu setelah mengungkapkan, kehilangan agennya di Hollywood usai secara terbuka menyerukan gencatan senjata.

Baca Juga: Rupiah Melemah Tembus Rp17.500 per USD, Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat? Ini Langkah yang Bisa Dicoba

“Saya dipecat oleh agensi saya, khususnya karena ikut berunjuk rasa dan berbicara tentang Gaza, serta menyerukan gencatan senjata," ujarnya saat menerima penghargaan International Goya, baru-baru ini.

Bahkan, sambung Susan dirinya bakal mustahil untuk tampil di televisi lagi.

"Saya tidak tahu apakah sekarang sudah berubah. Saya tidak bisa mendapat film besar atau apapun yang berhubungan dengan Hollywood. Pada akhirnya saya menemukan agen di Inggris dan Italia, lalu bekerja di sana," jelasnya.

Selanjutnya, dia membuat film di Italia dan tampil dalam pertunjukan di Old Vic selama beberapa bulan.

"Saya tahu sutradara Italia yang merekrut saya sempat diberi tahu agar tidak mempekerjakan saya, jadi hal seperti itu masih terjadi sampai sekarang," akunya.

Baca Juga: IHSG Tertekan Jelang Pengumuman MSCI, OJK Bicara Risiko dan Harapan Pasar RI

Beruntung, sutradara tersebut tidak tunduk dengan permintaan pihak lain untuk memboikot Susan.

"Dia tidak mendengarkan, tetapi percakapan itu memang terjadi. Saat ini, saya seperti ‘spesialis’ film-film kecil bersama sutradara baru dan film independen," ungkap Susan Sarandon. ***