POJOKSATU.id - Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya yang menyentuh hati lewat film berjudul “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?”. 

Film yang rilis pada 9 April 2026 ini disutradarai oleh Kuntz Agus, yang juga menulis naskah bersama Oka Aurora.

Menariknya, film ini menjadi debut perdana rumah produksi Five Elements Pictures. 

Dalam proses produksinya, mereka berkolaborasi dengan Kults Creative serta mendapat dukungan dari IFI Sinema, A&Z Films, dan Leo Pictures.

Film ini diadaptasi dari buku karya Khoirul Trian dengan judul yang sama. 

Baca Juga: Kemenang Buka Rekrutmen Dewan Hakim MTQ Tingkat Nasional XXXI, Ini Daftar Lengkap Persyaratan Administratif dan Kompetensi yang Wajib Dipenuhi

Deretan pemainnya pun nggak main-main, mulai dari Mawar Eva de Jongh, Rey Bong, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, hingga Kiara McKenna.

Secara garis besar, film ini mengangkat kisah tentang seorang anak perempuan yang tumbuh bersama sosok ayah yang selalu ada secara fisik, tapi tidak pernah benar-benar hadir secara emosional. 

Tema ini terasa dekat dan relevan, ya, apalagi buat banyak keluarga.

Cerita berpusat pada Dira dan Darin yang hidup di sebuah rumah sekaligus warung bernama “Soto Bu Lia”. 

Dari luar, kehidupan mereka terlihat hangat dan biasa saja. Tapi di dalamnya, tersimpan banyak hal yang tak pernah terucap.

Baca Juga: Kembali Bertambah, Sudah 15 Orang Korban Tewas KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur

Sosok Yudi sebagai ayah memang ada, tapi kehadirannya tidak mampu memberikan arah. 

Sementara Lia, sang ibu, terus bekerja keras menutupi beban ekonomi dan luka keluarga agar semuanya terlihat baik-baik saja.

Kenangan masa kecil yang seharusnya sederhana dan manis perlahan berubah ketika sebuah insiden besar terjadi. 

Ledakan kompor yang menghancurkan rutinitas keluarga menjadi titik balik yang menyakitkan.

Lia mengalami luka parah, dan rumah yang dulu terasa hangat berubah menjadi tempat penuh kecemasan. 

Beban biaya pengobatan pun mulai menumpuk, membuka kenyataan pahit yang selama ini tersembunyi.

Baca Juga: Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026 Dibuka, Tendik PNS Bisa Kuliah S2-S3 Gratis, Cek Persyaratan Lengkapnya di Sini

Sejak saat itu, kehidupan mereka berubah drastis. Dira yang sebelumnya hanya seorang anak, terpaksa menghadapi kenyataan sebagai “dewasa” lebih cepat. 

Ia harus menanggung beban yang seharusnya tidak ia pikul sendirian.

Film ini bukan sekadar cerita keluarga biasa. Ada lapisan emosi yang dalam, tentang kehilangan arah, harapan yang retak, dan kerinduan pada sosok ayah yang seharusnya menjadi tempat pulang.

Kadang, luka terbesar dalam keluarga bukan datang dari perpisahan, tapi dari kehadiran yang terasa kosong. 

Film ini seperti cermin, pelan tapi pasti mengajak kita bertanya, sudahkah benar-benar hadir untuk orang yang kita sayangi? ***