POJOKSATU.id - Perkembangan terbaru kasus penembakan rumah penyanyi dunia Rihanna mengungkap fakta baru. Tersangka, Ivanna Lisette Ortiz, kini terancam kehilangan lisensi profesionalnya sebagai terapis wicara di Amerika Serikat.

Berdasarkan dokumen hukum terbaru, jaksa di California menyebut Ortiz terdaftar sebagai praktisi speech-language pathology sejak April 2016, dengan masa berlaku lisensi hingga Juni 2027.

Namun, dewan pengawas profesinya meminta agar Ortiz dilarang berpraktik jika ia dibebaskan dari tahanan.

Permintaan tersebut mencakup larangan bekerja dengan publik sebagai syarat pembebasan, baik melalui jaminan maupun pengakuan pribadi.

Baca Juga: Persaingan di PTN Sangat Ketat, Ini Kunci Lolos UTBK SNBT 2026

Ortiz telah menjalani sidang perdananya dan dijadwalkan kembali hadir di pengadilan pada Rabu, 25 Maret 2026 waktu setempat. Dalam persidangan sebelumnya, ia tampil mengenakan baju tahanan biru dengan rambut dikepang.

ISaat ini, dia masih ditahan dengan jaminan sebesar 1,8 juta dolar AS dan telah melepaskan haknya untuk menjalani persidangan cepat.

Hakim juga mengeluarkan perintah perlindungan untuk Rihanna dan pasangannya, A$AP Rocky, serta memerintahkan Ortiz menyerahkan seluruh senjata api miliknya.

Ortiz menghadapi sejumlah dakwaan serius, termasuk, 1 dakwaan percobaan pembunuhan; 10 dakwaan penyerangan dengan senjata api semi-otomatis dan 3 dakwaan penembakan ke bangunan yang dihuni.

Baca Juga: Timur Tengah Makin Memanas, Menhan Israel Blak-blakan Ingin Kuasai Lebanon Selatan sampai Sungai Litani

Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman berat mengingat jumlah dakwaan yang dikenakan.

Pesan Misterius Sebelum Penembakan

Fakta mengejutkan lainnya terungkap dari dokumen pengadilan. Suami Ortiz yang telah berpisah, Jed Valdez Sangalang, menyebut Ortiz sempat mengirim email aneh pada 26 Januari.

Dalam pesan tersebut, Ortiz meminta sang suami “menyangkal Rihanna” dan mengakui bahwa dirinya lebih baik dari sang penyanyi.

Sangalang juga mengaku mengetahui insiden penembakan dari pihak luar dan berusaha menyembunyikan kabar tersebut dari anak mereka. Namun, informasi tersebut akhirnya diketahui sang anak dari lingkungan sekolah.

Ia kini mengajukan permohonan hak asuh penuh atas anak mereka pasca insiden tersebut.

Baca Juga: Why High Traffic Indonesian Websites Fail During Traffic Surges And How Dedicated Servers Prevent It?

Ortiz diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Ia bahkan sempat menjalani penahanan psikiatri di Florida sebelum kejadian.

Dalam sejumlah video yang diunggah ke YouTube pada Januari 2026, Ortiz tampak melontarkan pernyataan mengkhawatirkan terkait Rihanna.

Dalam video tersebut, ia menuduh sang penyanyi berusaha membunuhnya dan mengaitkan berbagai hal dengan keyakinan pribadi yang tidak rasional.

Kronologi Penembakan

Insiden terjadi pada Minggu lalu, ketika Ortiz diduga menembakkan beberapa peluru ke arah rumah Rihanna di kawasan Beverly Hills menggunakan senapan bergaya AR-15.

Baca Juga: Gaji PPPK 2026 Terbaru Usai Lebaran, Ini Rincian Lengkap Berdasarkan Perpres

Saat kejadian, Rihanna dan anak-anaknya berada di dalam rumah, sementara A$AP Rocky dilaporkan tidak berada di lokasi. Salah satu peluru bahkan mengenai trailer Airstream di properti tersebut.

Usai penembakan, polisi melacak kendaraan Ortiz, sebuah Tesla Model 3 berwarna putih, hingga ke area parkir pusat perbelanjaan, tempat ia akhirnya ditangkap.

Hingga saat ini, pihak berwenang menyatakan tidak ada hubungan yang diketahui antara Ortiz dan Rihanna. Motif penembakan diduga berkaitan dengan kondisi psikologis tersangka. ***