POJOKSATU.id - Perfilman Indonesia mulai menunjukkan kemajuan dengan tema yang beragam. 

Sejarah baru bagi perfilman nasional resmi dimulai, kali film sci-fi keluarga berjudul Pelangi di Mars mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Karya ambisius dari Mahakarya Pictures dan sutradara Upie Guava ini hadir sebagai karya seni yang membawakan pengaruh besar untuk perkembangan imajinasi anak-anak. 

Baca Juga: Drama TPG Maret: Kirain Ada Masalah Berat di Info GTK, Ternyata Cuma Satu Ini

Film Pelangi di Mars bukanlah hanya sekedar tontonan libur Lebaran, namun merupakan bukti nyata bahwa imajinasi dan teknologi anak bangsa mampu menembus batas galaksi. 

Pelangi di Mars membawa penonton dalam petualangan visual yang seru, edukatif, dan penuh imajinasi, mengajak anak-anak Indonesia menjelajahi Planet Merah dengan standar kualitas yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia.

Teknologi XR Pertama

Ini merupakan langkah besar pertama dalam industri film nasional.

Baca Juga: Kakorlantas Pastikan Arus Lalu Lintas Terkendali di Puncak Arus Mudik Lebaran Hari Ini!

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. 

Mereka bersatu dengan satu misi, mendorong maju perfilman Indonesia ke level dunia. 

Pelangi di Mars mencatatkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi mutakhir yang bahkan masih tergolong baru di industri perfilman global.

Baca Juga: Data Terkini Mudik 2026: Volume Kendaraan Meningkat 45 Persen, Namun Begini Angka Kecelakaannya

Bukan Sekadar Film, Namun Dedikasi Ratusan Kreator

Di balik kemegahan visualnya, film ini menyimpan cerita tentang dedikasi dan mimpi kolektif.

Produser Dendi Reynando mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animator dari vendor yang terlibat dalam proyek ini.

Baca Juga: Masih Ada Kendala di Status Info GTK nya, Apakah di Daerah Kamu Sudah Cair TPG nya?

“Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” ungkap Dendi.

Senada dengan Dendi, sutradara Upie Guava menegaskan bahwa film ini adalah sebuah gerakan kolektif para seniman visual Indonesia. 

“Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi,” tutur Upie.

Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Menghadapi Ketidakpastian? Mengulas Pernyataan Mensesneg yang Bikin Rame di Medsos!

Film Pelangi di Mars dibintangi oleh sederet artis papan atas Indonesia.

Ada Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya, film ini siap menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Saksikan momen bersejarah ini bersama keluarga mulai, 18 Maret 2026. ***