POJOKSATU.id - Komika, aktor dan mantan jurnalis Soleh Solihun merespon banyaknya kritikan netizen atas komentarnya terhadap para finalis Indonesian Idol musim ke-14.
Ya, Soleh Solihun kerap dicibir gegara komentarnya yang dinilai terlalu blak-blakan dan terasa 'menusuk' jantung finalis Indonesian Idol musim ini.
Tahun ini, adalah momen pertama kali Soleh Solihun menjadi juri Indonesian Idol. Sehingga, pro kontra terhadap ucapannya terus bergulir. Ada yang mencapnya tak pantas jadi juri.
Lalu bagaimana respon anggota 'Prediksi' ini? Dia menyikapinya santai. Hal itu tertuang di laman Instagram-nya.
Dijelaskannya, awal ikut serta sebagai juri di ajang menyanyi itu diajak oleh pihak TV RCTI. Dan, dia menerima, karena merasa punya kompetensi di bidang musik, mengingat latar belakangnya sebagai mantan jurnalis musik.
"Meskipun ketika diajak oleh pihak @officialrcti buat jadi juri @indonesianidolid saya merasa punya kompetensi untuk ada di sana (hahaha), sesungguhnya tak pernah terbayang sekalipun di benak bahwa satu hari nanti karir saya bakal membawa ke sana," tulisnya.
Dia menyebutkan, Indonesian Idol sejatinya bukan program TV musik pertama, karena sebelumnya pernah menjadi juri di Celebrity Lypsync Battle NET TV.
Soleh menyatakan bukan soal tampil di TV yang membuatnya senang. Musik alasan utamanya.
Baca Juga: Pengamat Politik Nilai Jokowi Bawa Pengaruh Buruk bagi PSI, Padahal Dulu Dianggap Partai Progresif
"Saya selalu merasa paling bahagia ketika dapat pekerjaan yang berhubungan dengan musik. Apalagi ini diajak oleh kompetisi yang konsisten menghasilkan banyak penyanyi bagus yang sukses di industri musik, tepatnya 21 tahun dan 14 musiM," tuturnya.
Dan, dia memastikan tidak pernah terbebani menjadi juri Indonesian Idol.
"Karena sebenarnya menilai penyanyi sudah saya kerjakan sejak 2004 waktu pertama kali jadi wartawan musik," sebutnya.
"Jadi juri kompetisi bernyanyi, rasanya seperti kembali menjalani hari-hari sebagai wartawan musik. Bedanya, ini dalam format media massa yang lebih luas dan bayaran yang lebih besar," ungkapnya.
Namun, dia memahami banyak yang belum mengenalnya, termasuk pengalamannya sebagai jurnalis musik di salah satu media musik top dunia yaitu Rollingstone.
"Banyak orang yang tak tahu saya pernah jadi wartawan musik. Dan ada juga yang sudah tahu, tapi tetap merasa wartawan musik tak punya kompetensi menilai peserta lomba nyanyi. Yah tentu saja saya tak peduli opini mereka," bebernya.
Pun, dia menjelaskan sejak bergabung di Indonesian Idol, dirinya jadi mengetahui, bahwa kompetisi itu tak direkayasa.
"Semua benar-benar murni hasil voting. Pihak RCTI dan Dewan Juri pun tak bisa mengotak-atik. Cuma di dua babak Showcase saja juri bisa dua kali menyelamatkan peserta yang terpuruk jumlah pemilihnya tapi dirasa punya potensi bagus," ungkapnya.
"Dan tak ada settingan atau batasan apa pun. Kalopun ada arahan, saya cuma diarahkan untuk tak mengulang topik yang sudah disampaikan juri lain," tambahnya.
Dengan semua faktor itu, Soleh Solihun mengatakan sangat senang menjadi juri Indonesian Idol.
"Makanya makin menyenangkan lah ini pekerjaan. Alhamdulillah," pungkasnya. ***

