POJOKSATU.id - Penyanyi ternama Korea Selatan (Korsel) Park Jae-sang atau PSY harus berhadapan dengan kasus dugaan penggunaan obat terlarang. Fakta terungkap, polisi bahkan telah melakukan penggeledahan ke kantor agensi dan kendaraan pribadinya.

Kronologi penggeledahan di kantor dan kendaraan milik penyanyi PSY terungkap ke publik sejak Kamis, 11 Desember 2025.

Kepolisian Seodaemun, Seoul melakukan penggeledahan pada 4 Desember 2025, dimana pelantun 'Gangnam Style' itu diduga melanggar Undang-Undang Layanan Medis.

Baca Juga: Cek Klasemen Akhir Runner Up Terbaik SEA Games 2025, Selisih Gol Indonesia dan Malaysia Sama

Dalam operasi tersebut, polisi menyita ponsel PSY serta sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penyelidikan. Langkah ini merupakan bagian dari pendalaman kasus dugaan penerimaan obat psikotropika melalui pihak ketiga.

Perwakilan agensi PSY, P Nation, membenarkan penggeledahan tersebut. Mereka memastikan, telah bekerja sama penuh dengan pihak berwenang sejak awal proses penyelidikan.

“Kami mengikuti seluruh permintaan investigasi dan memberikan kerja sama maksimal,” ujar pihak agensi dilansir dari Dispatch.

Baca Juga: Kesaksian Warga Korban Banjir, Presiden Mau Datang, BNPB Buru-buru Pasang Tenda di Kuala Simpang

Sebelum kasus ini mencuat, PSY diketahui mengalami gangguan tidur kronis dan rutin mengonsumsi obat tidur sesuai resep dokter.

Tetapi, penyidik menemukan dugaan bahwa sejak tahun 2022, obat yang termasuk golongan psikotropika itu diduga diambil dari sebuah rumah sakit universitas di Seoul oleh orang lain atas namanya.

Hal ini yang jadi masalah, karena aturan kesehatan di Korea Selatan melarang pengambilan obat resep oleh pihak ketiga tanpa kuasa resmi.

Pada Agustus lalu, pihak PSY telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.

“PSY didiagnosis mengalami gangguan tidur kronis dan menjalani pengobatan sesuai rekomendasi medis. Namun dalam prosesnya, terdapat beberapa kali pengambilan obat yang dilakukan pihak lain," jelas agensi.

Baca Juga: SEA Games 2025: Kalah Produktif dari Malaysia, Timnas Indonesia Gagal jadi Runner Up Terbaik

PSY mengakui bahwa pengambilan obat melalui orang lain merupakan kelalaian serius. “Kami memohon maaf karena menimbulkan kekhawatiran,” ungkap pihaknya saat itu.

P Nation menyatakan belum dapat memberikan informasi lebih detail karena penyelidikan masih berlangsung. “Kami akan terus mengikuti prosedur hukum dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai arahan otoritas,” kata perwakilan agensi. ***