POJOKSATU.id - Chiki Fawzi termasuk salah satu artis yang speak up tentang banjir Sumatra. Sayangnya, suara melalui media sosial itu ditanggapi berbeda.

Ya, Chiki Fawzi mengaku 'diserang' buzzer pro pemerintah. Dia disudutkan, dan dicap bicara karena barisan sakit hati kalah Pemilu. Sebagaimana, dirinya dikenal sebagai pendukung Anies Baswedan.

Chiki Fawzi menegaskan, apa yang disuarakannya murni kepeduliannya sebagai sesama warga Indonesia. Dan, memastikan telah move on dengan hasil Pemilu.

Baca Juga: Kisah Haru Chiki Fawzi Terjun Langsung ke Lokasi Banjir di Sumut, Ajak Teman Sesama Artis Turut Tergerak Hatinya

"Enggak ada hubungan sama Pemilu, sudah lewat Pemilu," tegasnya di Medan, Rabu, 3 Desember 2025, di sela-sela keberangkatan tim Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan banjir Sumatra.

"Kemarin ketika saya mulai speak up tentang bencana ini, banyak buzzer pemerintah yang bilang kenapa nyerangnya pemerintah, bilangnya saya belum move, padahal sebenarnya please kayaknya every one sudan move on," tuturnya.

Sebagai warga Indonesia, Chiki menekankan harus menyuarakan kebijakan pemerintah yang dinilai salah, salah satunya soal lahan hutan dan pembalakan liar, yang berujung sebagai salah satu penyebab banjir.

"Presiden terpilih, kita dukung dengan dijagain kebiakannya, bahwa kejadian ini muasalnya adalah kebijakan yang salah. Kalian bisa cek Menhut (Menteri Kehutanan) siapa yang paling banyak membiarkan pembalakan hutan," tukasnya.

Baca Juga: Drama Pungli Rp3 Juta Ramai di Medsos, TNI Tegaskan Tak Benar dan Pelapor Sudah Minta Maaf, Netizen pun Terheran heran

"Jadi ini bencana bukan becana alam, ini bencana lama yang terjadi karena ketidakseimbangan ekologis yang dirusak sama orang-orang yang punya kepentingan," sebutnya.

Oleh karena itu, Chiki mengingatkan buzzer, jangan selalu menyebutnya belum move on, karena faktanya buzzer yang belum move on.

"Maksud aku, jangan apa-apa bawa Pemilu, karena kita sudah move on, tapi kita belum move on dari bencana yang terjadi," tandasnya.

"Kita harus melek politik dan kebijakan, karena (bencana) ini hasil dari kebijakan yang dibikin penguasa-penguasa 'haus'," kritiknya.

Sementara itu, dalam satu postingan Instagram-nya yang banyak disorot adalah dengan tajuk 'Ketika alam balas dendam, yang disalahkan “cuaca ekstrim”, padahal yang ekstrim kerakusan manusia'.

Baca Juga: Innalillahi Epy Kusnandar Tutup Usia, Kepergian Mendadak Bikin Publik Terkejut, Selamat Jalan 'Kang Mus'

"Lagi relate dengan quote di foto cover. Manusia rakus (pemerintah??) sering mengabaikan kerugian jangka panjang yang diderita jutaan orang, dan lebih senang keuntungan jangka pendek yang memperkaya segelintir pejabat pengusaha," jelasnya.

Chiki kembali menegaskan bencana kali ini bukan hanya disebabkan alam, tapi karena maraknya penebangan liar. Dimana, area tangkapan air jadi banyak yang hilang.

"Coba cek Mentri Kehutanan mana yang paling banyak kasih ijin penebangan. Di slide 5 penggalan wawancara dokumenter “Years of Living Dangerously”, ketika 11 thn lalu Harrison Ford menemui Mentri Kehutanan dan meminta penjelasan terkait maraknya pembalakan hutan, termasuk Taman Nasional Tesso Nilo di Sumatra. Ford terlihat geram. Dan kitapun seharusnya geram," tulisnya.

Dia menyarakan agar pemerintah berbenah dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, keberanian mengatakan “Tidak” pada proyek yang merusak.

Baca Juga: Publik Syok! Dunia Hiburan Berduka! Epy Kusnandar Meninggal Mendadak, Dimakamkan Besok di Jeruk Purut

"Dan mendidik membiasakan mitigasi bencana alam secara serius bagi masyarakat. Dan buat kita, biasakan gaya hidup yang lebih ramah bumi. Bentang alam sudah terlalu banyak yg dilukai," sarannya.

Chiki Fawzi juga mengajak untuk masyarakat tidak terdampak untuk menggalang dana dan ke lokasi bencana serta ikut jadi relawan.

"Sebarkan awareness. Bantu dan lakukan yang bisa dilakukan dan diberi. Bantu. Warga bantu warga. Itu nyawa, bukan hanya statistik," pungkasnya. ***