POJOKSATU.id, KETEGANGAN antara mantan CEO ADOR, Min Hee Jin dan perusahaan label HYBE terus berlanjut. Ini dipastikan setelah Kepolisian Yongsan, Seoul resmi memutuskan tidak melanjutkan laporan kriminal terhadap 'ibu' NewJeans itu ke kejaksaan.
Laporan tersebut sebelumnya diajukan oleh HYBE atas tuduhan pelanggaran kepercayaan jabatan selama Min Hee Jin menjabat sebagai CEO ADOR. Namun, pada 15 Juli 2025, Kepolisian Yongsan, Seoul, menyatakan bahwa tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.
Otomatis Min Hee Jin telah dibebaskan dari tuduhan pelanggaran kepercayaan jabatan yang diajukan oleh HYBE pada April tahun lalu.
"Hari ini (15 Juli), kami memberi tahu Anda, bahwa polisi telah memutuskan untuk tidak merujuk kedua kasus yang dilaporkan oleh HYBE ke kejaksaan, dengan kesimpulan bahwa "tidak ada dugaan kejahatan," jelas polisi dalam pernyataan resminya dilansir dari Soompi, Selasa, 15 Juli 2025.
Baca Juga: Beasiswa DAAD Jerman 2025 Kembali Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Namun, tak lama kemudian, HYBE juga merilis pernyataan resmi. Label tersebut memastikan segera mengajukan keberatan atau banding kepada kejaksaan hari ini.
HYBE meyakini Min Hee Jin tetap melanggar kepercayaan dengan berbagai polemik yang terus bergulir meski yang bersangkutan tak lagi jadi CEO.
"Sejak penyelidikan polisi, perkembangan baru telah terjadi, seperti anggota NewJeans yang menyatakan penghentian kontrak mereka. Selain itu, banyak bukti baru telah diajukan dalam proses pengadilan terkait, dan berdasarkan ini, pengadilan memandang sangat serius tindakan mantan CEO Min Hee Jin," ungkap HYBE.
"Pengadilan banding yang menangani injunksi (Pengadilan Tinggi Seoul) menentukan bahwa Min Hee Jin 'berada dalam posisi sengaja merusak struktur terintegrasi yang menjadi premis kontrak eksklusif.' Oleh karena itu, kami berniat untuk mengajukan keberatan terhadap keputusan non-indictment melalui proses keberatan," sambung HYBE.
HYBE juga mengungkapkan, meski laporan mereka dimentahkan polisi, sejatinya banyak laporan Min Hee Jin terhadap pihak perusahan dan anak perusahaan yang bernasib sama. Bedanya, tidak terblow-up.
Selain itu, laporan Min Hee Jin terhadap lima anggota manajemen HYBE atas pelanggaran kepercayaan di tempat kerja dan pelanggaran Undang-Undang tentang Promosi Pemanfaatan Jaringan Informasi dan Komunikasi serta Perlindungan Informasi dan sebagainya juga dibatalkan polisi, karena diputuskan tidak ada unsur pidana.
Selain itu, HYBE memberi tahu bahwa semua keluhan dan tuduhan yang dilakukan Min Hee Jin dan rekan-rekannya terhadap eksekutif dan karyawan HYBE dan afiliasinya juga oleh polisi tidak diteruskan ke Kejaksaan.
Di mana Min Hee Jin menuduh manajemen dan direktur kreatif BELIFT LAB melakukan pencemaran nama baik dan tuduhan palsu. Juga, kasus di mana Tim Bunnies menuduh manajemen BELIFT LAB melanggar Pemanfaatan Jaringan Informasi dan Komunikasi serta Perlindungan Informasi dll.
Baca Juga: Asik, Ada Beasiswa Prestasi TINGKAT KELURAHAN, Total Dana Rp432 Juta, Digulirkan Made In Yogyakarta
"Kasus di mana Shin Woo Seok, CEO Dolphiners Films, menuduh manajemen saat ini ADOR telah melanggar Pemanfaatan Jaringan Informasi dan Komunikasi dan Perlindungan Informasi, dll. (pencemaran nama baik) Semua kasus ini baik belum diteruskan ke kejaksaan atau dibatalkan," jelas HYBE.
Ikut berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Seperti diketahui, bulan April tahun lalu, HYBE melaporkan Min Hee Jin, yang saat itu adalah CEO ADOR—salah satu agensi yang menaungi NewJeans. Diduga melakukan pelanggaran kepercayaan pekerjaan dan tuduhan lainnya dan mengklaim bahwa dia berusaha merebut kontrol manajemen. ***

