POJOKSATU.id, POLITISI dan musisi Ahmad Dhani mengungkapkan kekesalannya terhadap perlakuan netizen yang dinilai telah melewati batas dengan membully putrinya Safeea secara masif. Terutama, psikolog Lita Gading yang dilaporkannya ke polisi.

Ahmad Dhani menyebut banyak netizen tidak menyadari bahwa tindakan tersebut melanggar hukum, khususnya Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Pembullyan anakku masif. Aku harus melaporkan, karena ini banyak netizen yang enggak paham ini sudah melanggar hukum. Ternyata netizen enggak paham bahwa anak di bawah umur dilindungi Undang-Undang,” kata Dhani dengan tegas di Podcast Denny Sumargo dilansir Jumat, 11 Juli 2025.

Baca Juga: Simak, Aturan Baru Tunjangan Profesi Guru Non ASN Kemenag 2025, Ini Syarat Lengkap dan Ketentuan Penghentiannya

Dia menyampaikan bahwa serangan itu bahkan sampai pada tahap mengirim pesan langsung ke akun media sosial anaknya, Safeea. “Bahkan sampai ada yang nge-DM Safeea, menghujat, anak gundik inilah itulah. Kalau komen okelah, ini DM kan gila,” ungkap Dhani.

Pentolan Dewa19 menegaskan bahwa bila dirinya yang dibully, ia tak akan mempermasalahkan. “Kalau saya sudah bully-proof, kalau gue enggak ada masalah satu Indonesia ngebully," tambah suami Mulan Jameela itu.

Dhani mengatakan ada beberapa pelaku yang meminta maaf melalui DM, tetapi ia tidak memaafkan semua, terutama seorang netizen yang mengaku sebagai psikolog.

“Ada beberapa yang minta maaf di DM. Yang tidak ikut, maafkan. Netizen yang mengaku psikolog, enggak ngerti Undang-Undang Perlindungan Anak,” ujarnya.

Baca Juga: Profil Denny JA, Pendiri LSI Diangkat Jadi Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi

Ia mengungkapkan bahwa laporan pertama justru diawali oleh putra sulungnya, Al Ghazali. Namun karena statusnya sebagai anak, Dhani yang akhirnya mengambil alih. “Pertama Al yang melapor, tapi tidak bisa harus bapak. Jadi Al saksi,” jelasnya.

Dhani juga menyoroti pelanggaran serius berupa penyebaran nama dan wajah anak di bawah umur di media sosial, apalagi dengan narasi yang merendahkan.

“Menampilkan nama anak di bawah umur di medos, apalagi menampilkan wajah. Ada akun yang menambahkan tulisan anak pelakor, ada juga diksi anak gundik,” ungkapnya dengan kesal.

Menurut Dhani, ia dan keluarga sangat menyayangkan masih banyak masyarakat yang tidak hanya tak memahami hukum, tapi juga minim empati.

Baca Juga: 9 Tersangka Baru Kejagung Kasus Minyak Mentah Ternyata Mayoritas Mantan Pejabat Pertamina

“Kita enggak nyangka, punya masyarakat yang bar-bar, yang enggak paham. Minimal punya nurani kalau enggak tahu Undang-Undang,” tegasnya.

Klik, follow & subscribe website & medsos kami untuk mendapatkan informasi terbaru;

VERSI ANDROID

VERSI iOS 

LINK SALURAN WHATSAPP 

Fanpage Edugov 

Ia pun mengakui baru menyadari besarnya gelombang perundungan ini setelah pernikahan Al berlangsung.

“Kenapa saya enggak tahu semenjak pernikahan Al, saya enggak tahu, masif banget,” pungkas Ahmad Dhani. ***