POJOKSATU.id, PERJALANAN Zaskia Adya Mecca bersama beberapa artis dan influencer lainnya dalam misi 'Long March to Gaza' tak sepenuhnya mendapat respon positif.
Ya, banyak netizen yang mempertanyakan keputusan Zaskia Adya Mecca dengan berbagai prasangka buruk. Terlebih, banyak kejadian tak mengenakkan terjadi ketika rombongan sama di Kairo, Mesir.
Zaskia Adya Mecca menjelaskan dirinya bisa saja menjawab semua pertanyaan tersebut. Namun, dirinya tak ingin lepas emosi sehingga mengucapkan hal yang tak semestinya.
"Sungguh, aku punya jawaban atas semua pertanyaan teman-teman yang tidak bisa melihat sisi baik dari perjalanan ke Long March to Gaza ku ini. Kupun bisa menjelaskan seandainya energiku sebesar itu," bebernya, dikutip dalam postingan Instagram-nya, Selasa, 17 Juni 2025.
"Tapi takutnya egoku bermain, enggak bisa mengontrol emosi dan menjadi kemana-mana," sambungnya.
Istri Hanung Bramantyo ini mengatakan menahan diri untuk tidak terpancing kalimat julid netizen, karena setelah diingat kembali, perjalanan ini bukan soal dirinya pribadi.
"Bukan untuk mencari panggung, tapi untuk menunjukan solidaritas kemanusiaan, berkumpul dengan pewakilan seluruh dunia, berharap saudara kita di Gaza mendengar berita ini. Ada ribuan orang bergerak untuk mereka," jelasnya.
Zaskia memastikan tidak ingin menyusahkan siapa-siapa, sehingga berangkat ikut 'Long March to Gaza' secara mandiri, biaya pribadi. Termasuk, memberikan surat resmi manifestasi siapa saja yang berangkat ke semua pihak negara yang dirasa perlu mengetahui atas keberangkatan dirinya dan tim.
"Terus berkabar dengan pihak KBRI setiap saat dari beberapa hari sebelum berangkat, dicek terus posisi dan situasi kami selama di Kairo. Tidak bertindak gegabah yang berpotensi menyusahkan negara. Mengikuti semua instruksi juga masukan dari perwakilan KBRI sana," tuturnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Tanggapi Klaim Negara Chaos Jika Ijazah Jokowi Ditunjukkan, Itu Argumen Dungu
Dia mengatakan perkumpulan mahasiswapun tak putus mendampingi, memberi pandangan mereka, menawarkan banyak bantuan kalau Zaskia dkk butuh dan menemani sampai akhir.
Di satu sisi, Zaskia menegaskan tidak pernah menyalahkan sikap pemerintah Mesir atas keputusan yang mereka ambil soal Long March ini.
"Karena ku paham, ada resiko besar juga yang harus ditanggung negara mereka apabila ada penyusup atau yang bertindak anarkis di tengah-tengah peserta nanti," jelasnya.
Intinya, dia memahami semua tindakan yang diambil pemerinta Mesir. Dia juga menekankan pergerakan tidak melulu soal hasil. Tapi ada proses yang akan selalu menjadi bagian dari perjuangan.
"Terbukti jalannya kami ke Long March membangunkan teman-teman, bahwa ada pergerakan besar ini dari seluruh dunia," tandasnya.
"Mungkin efek itu cukup untuk sekarang. Saudara-saudara kita di Gaza mendengar berita, tahu banyak yang bergerak untuk mereka. Sedekat itu berkumpul di Mesir dengan perjuangannya, media sosial ramai," tambahnya.
Zaskia mengatakan tidak paham politik, bahkan ilmu sejarahnya juga mungkin minim. Jadi, dirinya tidak bisa berbicara dan menjelaskan dari kedua sisi itu terkait hal ini.
"Aku hanya bisa menjelaskan bahwa ku perempuan, seorang ibu enam anak, yang sedang menunjukan kepada anak-anakku cara berjuang semampu kita, dan berharap dunia menjadi lebih baik untuk mereka hidup kelak," ungkapnya.
Seperti diketahui, selain Zaskia Adya Mecca, dalam rombongan Indonesia yang bergabung dalam Long March to Gaza adalah Hamidah Rachmayanti, Ratna Galih Indriani, Irfan Farhad, Indadari Mindrayanti, Wanda Hamidah, Hemy Sution, Nur Aminah, Tandya Rachmat Sampurna serta Muhammad Hibatur Rahman.
Mereka terbang dari Jakarta ke Mesir tanggal 12 Juni 2025. Targetnya mereka akan jalan kaki ±50 KM bersama ribuan peserta dari 50+ negara menuju Gerbang Rafah, menyerukan dibukanya akses bantuan ke Gaza.
Namun, sejak tiba di Mesir, Zaskia Adya Mecca dkk mendapatkan perlakuan tidak baik mulai dari bandara hingga hotel, mereka diawasi 24 jam layaknya tahanan. ***

