POJOKSATU.id, FAKTA mengejutkan diungkapkan pengacara keluarga Kim Sae Ron. Bahwa, pelapor atau informan A yang memberikan bukti dalam kasus kontra Kim Soo Hyun mendapatkan serangan brutal.
Menurut pengacara keluarga, pelapor ini diserang pada 30 April 2025 oleh dua orang, satu Korea dan satu China. Korban ditikam di leher sembilan kali saat di Amerika Serikat dan kasusnya sedang diselidiki FBI.
"Keluarga dengan sungguh-sungguh memohon agar kami mengungkapkan bagian dari rekaman karena insiden ini bisa menjadi lebih parah jika kami menunggu lebih lama," kata pengacara itu, Rabu, 7 Mei 2025.
Korban yang selama ini telah membantu keluarga dan dekat dengan Kim Sae Ron juga sempat didekati dengan tawaran untuk membeli bukti penting yang mereka miliki seharga beberapa miliar Won (jutaan dolar).
Ketika tawaran itu ditolak, pelapor mendapat ancaman serius. "Seiring dengan keluhan ini, kami telah meminta penyelidikan dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul," sebut pengacara keluarga Kim Sae Ron. Sepert
Selain ancaman terhadap keselamatan pelapor, baru-baru ini ada penampakan kendaraan mencurigakan yang diduga menguntit di dekat rumah bibi almarhum Kim Sae Ron.
"Kami dengan sungguh-sungguh meminta perlindungan polisi untuk keluarga yang berduka dan untuk CEO Kim Se Eui," lanjutnya.
Dari foto yang dirilis, informan keluarga Kim Sae Ron ini mengalami ada luka tusuk di bahu kanan dengan total 31 jahitan. Bahkan telapak tangan kiri, telinga kanan, kepala bagian kanan juga terluka parah hingga geger otak. Korban juga mengalami trauma. ***

