POJOKSATU.id, YOUTUBER dan pendiri Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, Pratiwi Noviyanthi menanggapi soal dirinya dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan dana yayasan untuk pembelian mobil pribadi.

Pratiwi Noviyanthi mengaku kaget dilaporkan oleh mantan karyawannya yang merupakan eks bendaraha yayasan, Poppy. Selain ada dua orang yayasan lainnya yang turut membantu Poppy saat memberikan keterangan lewat konferensi, beberapa hari lalu.

Lewat postingan video di TikTok-nya, Novi-sapaan Pratiwi Noviyanthi, Senin, 3 Maret 2025, menjelaskan apa yang dituduhkan kepadanya tidak benar.

Baca Juga: Kondisi Terkini Fiersa Besari, Tiba di Timika setelah Tertahan Cuaca Buruk di Carstensz Pyramid, Terima Info Dua Pendaki Meninggal saat di Basecamp YV

"Halo jujur, aku ini kaget banget mengenaik adanya prescon yang dilakukan oleh mantan karyawan saya dan juga sekaligus orang-orang terdekat saya. Orang-orang yang menggelar prescon tersebut adalah bukan bagian dari Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan lagi," ujarnya.

Novi mengatakan kecewa kepada ketiganya, lantaran pernah bekerja dan digaji olehnya. "Mereka adalah orang-orang yang pernah mencari rezeki di Yayasan kami dan digaji oleh saya pribadi," sambungnya.

Dia mengatakan mantan karyawannya itu sempat di-PHK tahun 2022, dan meminta tolong kepadanya. Dan, oleh Novi dibantu untuk ikut dengannya di yayasan.

Baca Juga: Imbas Banjir Bandang di Kawasan Puncak, Sejumlah Warga Jakarta Ikut Terdampak

Novi juga tak terima disebutkan telah memalsukan tanda tangan yayasan. "Dengan statement dia seperti itu saya memberikan bukti bahwa yang meminta tanda tangan digital kesepatan ibu P selaku bendahara dan atas nama Mas A tersebut," tegasnya.

"Dan pada saat pengurusan notaris itu bukan saya yang mengurus, jadi saya tidak pernah dan tidak tahu apa-apa tentang tanda tangan tersebut," tukasnya.

Dia mengatakan seharusnya soal tanda tangan itu yang dicecar adalah Poppy sebagai bendahara. "Kenapa saya yang diserang, kalian jangan lupa, kalian pernah mencari rezeki di yayasan saya untuk menafkahi keluarga kalian, dan saya menggaji kalian dari penghasilan saya, dari pendapatan saya bukan dari yayasan," tuturnya.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor, Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor

Novi memastikan akan melawan dengan berbagai bukti. "Saya bisa buktikan itu semua, proses sedang berjalan, jadi saya percaya kebenaran mencari jalan keluarnya sendiri dan Allah Maha Mengetahui semuanya, terima kasih," ujarnya.

Sebelumnya, Garry dan Poppy akan melaporkan Novi terkait dugaan menggunakan uang untuk pembelian kendaraan.

Garry mengatakan semasa menjabat sebagai ketua yayasan, dirinya menemukan dugaan adanya aliran dana yang tidak tepat yang diduga dipakai Novi untuk membeli mobil.

"Disebutkan di rekening tersebut untuk pembelian kendaraan, yang kita duga, mobil terseut bukan atas nama yayasan," ujarnya. ***