POJOKSATU.id, SURYA Sahetapy, putra aktor Ray Sahetapy dan Dewi Yull mengungkapkan pengalaman buruk menggunakan aplikasi ojek online, Gojek. Dimana, satu oknum driver membatalkan pesananan, karena tak mau membawa dirinya seorang disabilitas.
Lewat postingan Instagram-nya, Surya Sahetapy mengunggah bukti chat pesanan ke driver Gojek itu. Dia mengaku menggunakan bahasa isyarat, namun sang driver membalas dengan pembatalan pesanan.
"Maaf saya cancel, saya enggak biasa bawa orang cacat," balas driver Gojek tersebut, yang diunggah Suray Sahetapy. Dia menutup nama driver tersebut, karena tak ingin memutus rezeki yang bersangkutan jika viral.
Baca Juga: Berikut Cara Mengetahui Apakah Terdata Sebagai Penerima Bansos Kemensos 2025
"Alhamdulillah dapat pahala baru setelah pulang ke negeri ini (setelah 3 tahun akhirnya bisa ke Indonesia). Coba cek gambar ini. Saya tidak mau memutuskan rejeki orang tapi bapak ini sudah sopan menyampaikan ini. Makanya saya hilangkan namanya," tulisnya.
Dia mengatakan sudut pandang driver tidak sehat, karena orang dengan disabilitas seharusnya tidak diperlakukan seperti itu.
"Makasih sudah cancel karena saya tidak jadi diantar oleh orang yang attitude yang tidak mencerminkan masyarakat dunia pada umumnya. Jadi mental saya pun terjaga," jelasnya.
Kepada Gojek Indonesia dan aplikasi transportasi lainnya, Surya mengusulkan agar menonaktifkan telepon untuk pengguna Bahasa Isyarat dan Tuli.
Baca Juga: Langsung Cek! Ini Daftar 45 LPTK PPG Piloting 3 yang Sudah Keluar SKL
"Dan infokan driver kalau akun ini pakai bahasa isyarat. Juga sekalian edukasi driver kalau pengguna bahasa isyarat itu bukan “cacat” tetapi mereka “normal” cuma beda bahasa, budaya dan mode komunikasi saja," ungkapnya.
"Kalau bisa training nya ada simulator ketemu penumpang Tuli dan Bahasa Isyarat jadi biar terbiasa ke depannya. Orang yang “tidak normal” itu: koruptor dan orang yang merugikan negara Indonesia," sambungnya.
Surya mengatakan telah bertahun-tahun, namun akses bahasa isyarat di pendidikan umum belum masuk apalagi peran guru Tuli di lingkungan umum.
Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu! Begini Lho Cara Cek Nomor Serdik PPG, Awas Jangan Sampai Keliru Ya!
"Apakabar pemerintah yang baik? Tapi enggak apa-apa, saya pulang ke US bentar lagi kok. Karena ini memang lagi berlibur. Jadi enggak terlalu sakit hati. Mumpung saya lagi kangen rasanya didiskriminasi setelah bertahun-tahun tidak dapat perlakukan kayak gini," sentilnya.
"Semoga pahala kita bertambah ya! Selamat menikmati hari-hari terakhir 2024," tutupnya.
Sementara itu, Surya juga mengabarkan kabar terbaru setelah curhatannya viral. Dimanam Gojek Indonesia akhirnya menghubungi via DM.
Namun, Surya tidak merinci apa sisi balasan Gojek Indonesia. "Semoga banget kejadian ini merupakan kali terakhir yang tidak mencerminkan bagi banyak orang. Harapannya customer pengguna bahasa isyarat, Tuli dan Disabilitas dianggap penumpang biasa seperti penumpang non-disabilitas. Jadi dijemput dan diantar tanpa ada nya judgement," tuturnya.
Seperti diketahui, Surya adalah penyandang Tuli yang memiliki segudang prestasi. Dia adalah disabilitas laki-laki pertama yang lulus S2 dan mendapat penghargaan MURI. Dia juga membangun Teater Tujuh untuk mengembangkan kreativitas anak-anak Tuli.
Surya Sahetapy juga seorang dosen, mentor, narasumber di Universitas Amerika Serikat. ***

