POJOKSATU.id, SUTRADARA dan produser Ernest Prakasa mengumumkan 'Cinta Tak Seindah Drama Korea' (CTSDK) resmi turun dari layar bioskop. Dan, sejak rilis film ini hanya mendatankan 49.740 Penonton.
Ernest Prakasa memahami jumlah penonton CTSDK sangat sedikit, dibanding karya-karya sebelumnya. Bahkan, film ini tak menyentuh angka 50 ribu penonton
"Hari ini film CTSDK resmi pamit dari bioskop," tulis Ernest Prakasa di laman Instagramnya, Rabu malam, 25 Desember 2024.
Dia ingin berterima kasih kepada semua teman-teman yang sudah menonton di bioskop. Dan, juga menjelaskan mengapa film ini hanya mendulang sedikit penonton.
"Terimakasih untuk waktunya, semoga sepadan dengan pengalamannya. Juga kepada yang belum menonton, tapi sekedar memberi pandangan tentang kenapa film ini tidak mendapatkan lebih banyak penonton lagi. Semua masukan, kritik, saran, adalah pijakan untuk kami bergerak maju," ungkapnya.
Dengan semua kehebohan yang terjadi, Ernest menjelaskan bahwa rumah produksi @imajinari.id baru merilis film perdananya di tahun 2022 lalu.
"Sebagai pelaku di industri film Indonesia, masih tergolong balita. Terlepas dari semua keberhasilan yang amat membanggakan, masih terlalu banyak hal yang belum kami pahami, kesalahan-kesalahan yang belum kami coba," jelasnya.
Dia pun mengetahui bahwa tidak sedikit yang berkomentar, CTSDK adalah project “nepotisme”, karena sutradaranya adalah istri produser, yaitu istrinya sendiri Meira Nastasia.
"Saya maklum jika ada yang berpendapat demikian, sangat amat maklum. Tapi @meiranastasia bukan cuma istri bagi saya. Kami berdua kerap menulis bersama-sama, hingga ia mendapatkan Piala Citra untuk penulis skenario adaptasi terbaik di film Imperfect," ungkapnya.
Meira juga duduk di kursi co-director di tiga film yang disutradarainya, sehingga dia tahu betul kualitas sang istri sebagai seorang pencerita.
"Itu kenapa saya percaya pada visinya. This is only your first rodeo, love. Can’t wait to see you ride that horse again," tuturnya.
Ernest juga tak lupa mengucapkan terima kasih ke semua kru, yang telah mengambil bagian dari salah satu bab dalam petualangan membuat film ini.
Dia memastikan tidak ada penyesalan meski film ini jauh dari yang diharapkan dari sisi jumlah penonton.
"Tidak ada penyesalan, hanya ada pelajaran. Salam hormat dari kami, Imajinari," pungkas Ernest Prakasa. ***

