POJOKSATU.id - Kontroversi Isa Zega, seorang transgender atau transpuan yang menjalani ibadah umrah dengan mengenakan hijab syar'i, menjadi sorotan publik.
Aksi ini memicu kritik tajam, terutama dari masyarakat muslim yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap agama Islam. Tak hanya masyarakat umum, selebriti Nikita Mirzani dan anggota DPR RI turut mengecam keras peristiwa ini.
Isa Zega, yang diketahui telah empat kali melaksanakan umrah, menjadi perhatian karena mengenakan pakaian syar’i perempuan selama ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga: Jejak Sang Pemimpin KPK 2024-2029 Setyo Budiyanto Pilihan Komisi III DPR RI
Publik menilai tindakan tersebut melanggar kodrat gender yang seharusnya diikuti dalam tata cara ibadah.
"Ini adalah penistaan agama. Laki-laki tetaplah laki-laki dalam hukum Islam, meski telah mengubah identitasnya," ujar Nikita Mirzani melalui media sosialnya. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangani kasus ini demi menjaga marwah agama Islam.
Nikita Mirzani bahkan menyiapkan langkah hukum jika Isa Zega tidak segera pulang dan menghentikan aksinya.
"Dalam 2x24 jam, jika tidak ada tindakan, saya sendiri akan melaporkan ini ke pihak berwenang," tegasnya. Ia juga menyentil agen travel umrah yang dianggap lalai karena memfasilitasi keberangkatan Isa Zega.
Dukungan terhadap desakan ini juga datang dari Mufti Anam, anggota DPR RI, yang meminta penegakan hukum secara tegas.
"Agen travel yang memberangkatkan juga harus dimintai pertanggungjawaban. Ini tidak hanya soal administrasi, tetapi juga soal menghormati nilai-nilai agama," katanya.
Travel umrah yang membawa Isa Zega turut disorot. Diduga, dokumen administrasi yang menunjukkan identitas Isa sebagai perempuan menjadi celah baginya untuk melaksanakan ibadah dengan penampilan tersebut. Publik mempertanyakan mengapa pihak travel tidak menindaklanjuti kodrat asli dari jemaah tersebut.
Baca Juga: 10 Wisata Tersembunyi di Pangandaran, Keindahan yang Tak Banyak Orang Tahu
Tak hanya masyarakat biasa, kalangan ulama dan tokoh agama juga mulai angkat bicara. Fenomena ini dianggap mencoreng nilai-nilai ibadah dan menjadi peringatan agar regulasi keberangkatan ibadah umrah lebih diperketat. Nikita Mirzani bahkan menyebut kasus ini sebagai "contoh nyata lemahnya pengawasan"

