POJOKSATU.id, NIKITA Mirzani merespon kehebohan gugatan perceraian Baim Wong terhadap Paula Verhoeven. Dia menanggapi netizen yang menyoal konferensi pers ayah Kiano Tiger Wong itu dan dibandingkan dengan Vadel Badjideh dan Gading Marten.
Nikita Mirzani menyebut Baim Wong baru sekali konferensi pers beda dengan Vadel Badjideh yang berulang kali. Dia juga meminta warganet tak membandingkan sahabatnya itu dengan Gading Marten.
"(Baim Owng) belum konferensi pers terus, baru sekali, kalian (netizen) jangan lebay, baru sekali bukan sering, baru sekali ya sekali," tegas Nikita Mirzani dalam Live Instagram-nya, Rabu, 9 Oktober 2024.
Dia mengingatkan netizen bahwa apapun keputusan Baim sudah pasti melalui proses pemikiran matang.
"Lagian orang cerai itu biasa saja kali, kalau cerai berarti sudah enggak cocok, netizen jangan jadi hakim. Kalau enggak cocok ngapain dilanjuti, daripada dilanjuti makan hati. Kalau makan hati, tekanan batin. Kalau tekanan batin sudah pasti enggak happy, kalau sudah enggak happy pasti bawaannya sudah enggak Bahagia," jelasnya.
Ibu tiga anak ini juga menegaskan apa yang dialami Baim beda dengan artis lain yang bercerai. Ini terkait netizen yang menghujat Baim lantaran dianggap membongkar air rumah tangganya, dan membandingkan dengan Gading Marten dan Desta.
"Kalian jangan membandingkan, 'ah mendingan Gading, Desta'. Masalah orang beda-beda, menyelesaikannya juga beda-beda, enggak bisa kalian banding-bandingkan. Gimana kalau kalian dibandingkan dengan tetangga kalian. Permasalahan rumah tangga orang beda-beda, cara menyelesaikannya beda-beda," tuturnya.
Dia menilai Gading dan Desta bisa tidak membuka persoalan rumah tangga, karena pasangannya bisa diajak komunikasi.
"'Lebih respect sama Gading sama Desta karena menutup persoalan rumah tangga', mungkin Desta sama istrinya bisa diajak komunikasi, mungkin Baim enggak bisa komunikasi. Jadi kalian enggak bisa kalian banding-bandingkan," tukasnya.
Nikita meminta netizen berhenti mengurusi hidup orang lain dan lebih baik fokus dengan masalah sendiri.
"Kalian juga kangan kayak hakim sok tahu, membanding-bandingkan orang enggak boleh. Makanya orang Indonesia banyak pengangguran, hidupnya stuck di tempat, kalau lebih mentingin hidup orang daripada hidup sendiri, mikirin kasus orang daripada kasus sendiri," pungkasnya. ***

