POJOKSATU.ID, MANTAN vokalis band Soegi Bornean, Fanny Seogi menumpahkan amarahnya terkait pembagian royalti melalui cuitannya di media sosial.
Nama Fanny pun menjadi trending topik di sosial media X, usai ia mengungkapkan berbagai permasalahan yang terjadi di group band indie itu termasuk pembagian royalti lagu.
Dalam utasnya itu, Fanny yang diketahui keluar dari Soegi Bornean pada Maret 2024 menyiratkan dirinya tidak mendapatkan hak royaltinya selaku pencipta lagu hit tersebut.
Berikut 5 fakta tentang cuitan yang dituliskan Fanny Soegi:
1. Pembagian Royalti Tak Rata
Dalam cuitannya pada Minggu (8/9/2024), Fanny Soegi mengatakan jika pencipta lagu Asmalibasi tidak mendapatkan royalti yang layak, dan harus meminjam uang untuk membayar uang sekolah anaknya.
"Bayangin saja, lagu Asma ini yang kalian dengar di mana-mana, penciptanya sampai pinjam uang untuk bayar sekolah anaknya," kata Fanny, dikutip pada Senin (9/9/2024).
Padahal royalti dari lagu itu mencapai setengah miliar, tapi pembagiannya pun tidak transparan.
Baca Juga: Dukung Pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut, Jokowi Resmikan 18 Venue dengan Anggaran Rp811 Miliar
"Nominal dari royalti lagu ini enggak main-main, setengah miliar lebih ada, tapi justru orang-orang yang enggak punya hak dapat paling banyak dan enggak transparan," lanjutnya.
2. Pencipta lagu ngontrak dan atap jebol
Tidak meratanya royalti tersebut, terlihat dari adanya peserta yang bisa membeli dua mobil dan foya-foya, sementaa yang lainnya tidak.
"Orang-orang yang enggak berhak bisa beli dua mobil sekaligus, gitar mahal, foya-foya. Sedangkan pencipta lagu Asma masih ngontrak di Jogja, mana atapnya jebol lagi. Bukan nominal yang ku garis bawahi, tapi nurani kalian. Band-bandan kok serakah, enggak keren blas," katanya.
Baca Juga: Indef Minta Shopee Patuh pada putusan KPPU soal dugaan Monopoli Jasa Logistik
3. Ditakut-takutin ada orang penting
Fanny juga mengatakan jika saat ia ingin bersuara, tapi ia ditakut-takuti karena adanya orang-orang penting di belakang mereka.
"Aku masih inget banget ketika aku mau bersuara tentang ini, ada celetukan Fanny lupa toh kalau di belakangku ini orang-orang penting? Iya, aku tau kalian jurnalis, meskipun aku sendirian, aku enggak takut. Aku masih berpegang teguh rasa adil," tulis Fanny
Bahkan Fanny mengaku ia harus membayar HAKI atas namanya Soegi yang dipakai oleh Soegi Bornean.
"Aku masih inget banget ketika aku mau keluar dari band itu dan dihadapkan orang-orang HAKI, aku diharuskan membayar namaku sendiri yakni 'SOEGI', kalau aku keluar dengan entitas yang baru. Ada rekamannya lagi." ujarnya
4. Tetap manggung di masa berduka
Fanny harus tetap manggung saat ibunya baru 7 hari meninggal dunia.
"Aku masih inget banget asanya 7 harian ibuku, aku diharuskan tetap manggung dengan kata-kata menyakitkan."
"Rasanya sakit hati banget dan harus kehilangan ibuk di waktu yang bersamaan. Pernah ada di satu titik aku mau mengakhiri hidup kaena betul-betul sendirian, tanpa bapak dan ibuk. Perlakuan kalian enggak akan aku lupakan se-umur hidup. Kalian laki-laki patriarki, korup, betah isin." tulisnya.
5. Fanny tidak takut
Fanny Soegi mengungkapkan ia tidak takut dengan ancaman yang kerap dilontakan kepadanya.
"Sekarang aku enggak takut ancaman, aku perempuan, aku berpegang teguh keadilan." tegas Fanny.
Dapat dukungan warganet
Usai cuitannya viral, Fanny Soegi pun mendapat dukungan dari warganet. Ramai warganet memberikan semangat kepada perempuan berambut panjang itu.
"Kak semangat, makin bersuara makin banyak yang tau, orang juga pasti bisa nilai," tulis akun @gincu
"Parah banget ini, Mba Fanny terimakasih sudah speak up. Semoga ada keadilan setelah ini." tulis akun @ykbh_
"Semangat..." ujar @unmagnetism
"Semangat Fan, untuk bisa dapat hak dan keadilannya," ujar akun @rgoesta ***


