POJOKSATU.id - Beberapa waktu lalu aktor ternama Indonesia, Reza Rahadian menuai sorotan publik khususnya masyarakat Indonesia hingga trending di media sosial X.

Bukan tanpa sebab, Reza Rahadian terlihat ikut turun ke jalan dan berpartisipasi dalam aksi demo penolakan RUU Pilkada di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Adapun aksi demo penolakan RUU Pilkada tersebut digelar pada Kamis, 22 Agustus lalu. Tak hanya Reza Rahadian, sederet artis, komedian, hingga sutradara Indonesia juga turun berpartisipasi.

Ketika itu, Reza Rahadian menuai pujian dari publik karena salut dengan keberaniannya yang berani tampil berorasi di atas mobil komando.

Baca Juga: Mahasiswa UPNVJT Laksanakan Magang Digital Marketing di Qurrota Academy melalui Program Tafakur

Bahkan, aktor 37 tahun itu pun berani menyuarakan rasa resahnya terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang hendak dikoreksi oleh DPR RI.

“Selama ini saya selalu menjadikan dunia seni sebagai wilayah untuk menyampaikan keresahan hati dan kritik sosial. Namun, hari ini saya sudah tidak bisa lagi berhenti diam. Saya tidak bisa tidur tenang di rumah,” ujar Reza dalam orasinya di depan Gedung DPR.

Dilansir POJOKSATU.id dari YouTube Kompas TV, Reza Rahadian pun berbagi kisah tentang keresahan dirinya dan alasan sampai rela ikut demonstrasi mengawal putusan MK di depan Gedung DPR.

Dalam acara bertajuk Darurat Demokrasi itu, sang presenter bertanya apakah aksi Reza adalah sebuah desain yang telah dibuat atau tidak.

Baca Juga: Bukan Cuma Jeje Govinda, Inilah Deretan Artis yang Maju di Pilkada 2024, Ada Pelantun Tembang 'Mari Bercinta 2'

Lantas kemudian Reza pun menjawab dengan tegas bahwa aksi tersebut atas dorongan pribadi. Ia mengaku tak disuruh, tidak ada yang meminta, bahkan tidak ada yang membackup-nya.

“Jelas tidak didesain, ini adalah sesuatu menurut saya sendiri sangat organik. Ini ungkapan keresahan atas apa yang terjadi dengan putusan MK yang coba dianulir pada proses baleg itu terjadi,” kata Reza.

“Ini keresahan personal, tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang meminta. Datang sebagai rakyat biasa, bagian dari masyarakat sipil tidak ada backup atau apa. Saya hanya ingin turun dan ikut dalam proses itu,” tegas Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa rasa resahnya sudah memuncak lantaran putusan MK yang seharusnya dihormati justru hendak akan dibegal.

Baca Juga: Daftar Pilkada Jatim, Tri Rismaharini Sudah Khawatir : Mohon Kami Diperlakukan dengan Adil

“Itu keresahan semakin memuncak. Saya menghormati ada sebuah isu tersendiri kan saat pilpres kemarin, dan kita menghormati itu, kita sudah punya Presiden terpilih. Nah, kenapa putusan MK yang ini tidak mereka hormati? Malah mencoba diutak-atik?" kata Reza.

Tak hanya itu, Reza mengungkap bahwa nilai demokrasi hendak dipreteli. Ia tidak hanya bisa diam menyaksikan hal tersebut.

"Sebuah nilai demokrasi itu yang dipreteli, menurutku ya, ada hal substantif di dalam itu semua, dan itu terjadi di depan mata. Saya sebagai rakyat melihat ini kenapa diakal-akalin? Kayak rakyat nggak melihat, gitu. Kayak rakyat otaknya nggak nyampe dengan akal-akalan yang mereka buat," beber Reza.

Sebagai informasi, Badan Legislatif (Baleg) DPR secara kilat membuat draft revisi yang isinya diduga bertentangan dengan putusan MK terkait RUU Pilkada.

Baca Juga: PREDIKSI SKOR Barcelona vs Real Valladolid Liga Spanyol 2024, Akankah Lewandowski dkk Lanjutkan Tren Positif?

Tak pelak, hal tersebut membuat geram masyarakat Indonesia hingga muncul tagar Peringatan Darurat.

Tagar tersebut sebagai bentuk ekspresi kemarahan mereka melihat ada upaya pembegalan demokrasi melalui revisi RUU Pilkada yang kemudian dituangkan dalam aksi demonstrasi.

Adapun aksi demonstrasi tersebut tak hanya di depan Gedung DPR, namun juga dilakukan serentak di berbagai wilayah di Indonesia, misalnya Bandung, Surabaya, dan lainnya. ***