POJOKSATU.id, MANTAN manajer Fuji, Batara, yang menilep uang Rp1,3 miliar sang selebgram telah ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh Polres Jakarta Barat. Kasus ini jadi sorotan publik termasuk dari Nanda Persada, Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo).
Nanda Persada mengatakan kasus ini harus jadi warning untuk artis agar tidak mengalami kejadian serupa Fuji. Dimana, ada total uang Rp1.312.997.100 dari 21 pekerjaan yang ditilep Batara selama jadi manajer adik Fadly Faisal.
Nanda Persada mengungkapkan ada lima hal yang harus diperhatikan para artis dan manajer.
Pertama harus ada kontrak kerja sama yang jelas antara artis dan manajer. "Jadi ketika ada kasus seperti ini ada dasar hukum untuk menuntut hak dan kewajiban masing-masing," ungkapnya di laman Instagram, Sabtu, 6 Juli 2024.
Kedua, gunakanlah jasa manajer artis yang punya track record yang baik dan profesional.
"Jangan meng-hire manajer cuma karena kedekatan saja seperti teman, atau keluarga. Karena ada juga beberapa kasus manajer dari pihak keluarga yang menggelapkan uang. Dan artisnya sungkan untuk menempuh jalur hukum," jelasnya.
Hal ketiga, buatlah sistem keuangan yang baik yang bisa dimonitor bersama antara artis dan manajernya. "Misalnya membuat rek bersama yang bisa dipantau setiap saat," tegasnya.
Hal keempat, Nanda Persada menegaskan bukan hanya oknum manajer artis saja yang bisa menggelapkan uang, tapi juga oknum artis juga.
"Ketika aliran pembayaran dari klien langsung dibayarkan ke artis lalu artis tersebut tidak membayar fee manajernya," ujarnya.
Poin kelima, Nanda meyakini sepintar-pintarnya oknum menggelapkan uang suatu saat akan terbongkar juga.
"Karena industri entertainment itu "kecil" dan biasanya saling kenal baik dari lingkungan artis, manajer dan klien. So jagalah reputasi, nama baik, karena itu modal utama kita semua," tuturnya.
Dia juga mendoakan agar kasus Fuji bisa selesai dengan baik. "Semoga masalah ini segera selesai," pungkasnya. ***

